Inilah Jalan Sufi Headline Animator

Whatsap Saya

Pencerahan Bid'ah

Wednesday, March 11, 2020

gurindam sufi Barang siapa tiada memegang agama Sekali-kali tiada boleh dibilang nama

Barang siapa tiada memegang agama Sekali-kali tiada boleh dibilang nama·
kita harus memiliki agama karna agama itu penting untuk kehidupan kita.
Barang siapa mengenal yang empat Maka yaitulah orang yang ma’rifat
Untuk mencapai kesempurnaan di dalam menjalani hidup, manusia harus mengenal empat zat yang menjadikan manusia mula-mula. 4 tersebut adalah syari’at, tarikat, hakikat dan makrifat.
Barang siapa mengenal Allah SWT Suruh dan tegahnya ...tiada ia menyalah
Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,
Orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identiti diri dan tidak akan dekat dengan Allah SWT.
Barang siapa mengenal dunia Tahulah ia barang yang terpedaya
Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaat
Barang siapa mengenal akhirat Tahulah ia dunia mudharat
kita hanya hidup sementara di dunia
Barang siapa meninggalkan sembahyang Seperti rumah tiada bertiang
kita harus sembahyang karna itu adalah tiang agama
Barang siapa meninggalkan puasa Tidaklah mendapat dua termasa
kita harus berpuasa karna itu adalah ke wajiban kita
Barang siapa meninggalkan zakat Tiadalah hartanya beroleh berkat
kita harus menzakat kan hartabenda kita
Barang siapa meninggalkan haji Tiadalah ia menyempurnakan janji
Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagai orang Islam.
Mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa yang dilarang oleh allah swt
Apabila terpelihara kuping Khabar yang jahat tiadalah damping
Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan
Apabila terpelihara lidah Niscaya dapat daripadanya faedah
Orang yang menjaga perkataan, akan mendapatkan manfaat.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan Daripada segala berat dan ringan
Jangan mengambil barang yang bukan hak kita
Apabila perut terlalu penuh Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang
Anggota tengah hendaklah ingat Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hidup harus dijalani penuh semangat
Hendaklah peliharakan kaki Daripada berjalan yang membawa rugi
Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat. Melangkahlah dijalan yang benar dan di ridhoi
Hati itu kerajaan di dalam tubuh Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama
Apabila dengki sudah bertanah Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiri
Mengumpat dam memuji hendaklah pikir Di situlah banyak orang yang tergelincir
Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanya
Pekerjaan marah jangan dibela Nanti hilang akal di kepala
Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kita
Jika sedikitpun berbuat bohong Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak di mata orang lain
Tanda orang yang amat celaka Aib dirinya tiada ia sangka
Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain
Bakhil jangan diberi singgah Itulah perompak yang amat gagah
jangan pelit pelit
Barang siapa yang sudah besar Janganlah kelakuannya membuat kasar
Jagalah setiap perbuatan kita
Barang siapa perkataan kotor Mulutnya itu umpama ketor
jangan berkata kotor
Di manakah salah diriJika tidak orang lain yang berperi
kita harus meminta maaf jika membuat kesalahan
Pekerjaan takbur jangan direpih Sebelum mati didapat juga sepih
bekerjalah yang halal
Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanya
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia Sangat memeliharakan yang sia-sia
kita harus melakukan sesuatu yang bermanfaat
Jika hendak mengenal orang mulia Lihatlah kepada kelakuan dia
Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya
Jika hendak mengenal orang yang berilmu Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dari hidupnya di dunia
Jika hendak mengenal orang yang berakal Di dalam dunia mengambil bekal
Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp di dunia ini
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul dengan masyarakat
Cahari olehmu akan sahabat Yang boleh dijadikan obat
sahabat yang setia dan dapat membantu kita
Cahari olehmu akan guru Yang boleh tahukan tiap seteru
cari lah guru yang baik
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri Yang boleh menyerahkan diri
Istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti
Cahari olehmu akan kawan Pilih segala orang yang setiawan
Carilah teman yang setia dia saat kita senang maupun susah
Cahari olehmu akan abdi Yang ada baik sedikit budi
carilah orang yang baik
Apabila banyak berkata-kata Di situlah jalan masuk dusta
Orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka Itu tanda hampirkan duka
Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam saat sesuatu itu tidak seperti yang diharapkan
Apabila kita kurang siasat Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Setiap pekerjaan harus ada persiapannya
Apabila anak tidak dilatih Jika besar bapanya letih
anak harus dia ajarkan dari kecil
Apabila banyak mencacat orang Itulah tanda dirinya kurang
Jangan suka menghina orang lain
Apabila orang yang banyak tidur Sia-sia sajalah umur
Pergunakan lah waktu sebaik-baiknya
Apabila mendengar akan kabar Menerimanya itu hendaklah sabar
Jika menerima kabar duka atau kabar yang kurang menyenangkan maka kita harus sabar dan menerima dengan lapang dada
Apabila mendengar akan aduan Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Jangan mudah terpengaruh akan percakapan orang lain
Apabila perkataan yang lemah lembu Lekaslah segala orang mengikut
Perkataan yang lemah-lembut akan lebih didengar orang daripada perkataan yang kasar
Apabila perkataan yang amat kasar Lekaslah orang sekalian gusar
Perkataan orang yang kasar membuat orang yang berada didekatnya resah
Apabila pekerjaan yang amat benar Tidak boleh orang berbuat onar
kita harus baik baik
Barang siapa khianat akan dirinya Apalagi kepada lainnya
Orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri tidak dapat dipercaya
Kepada dirinya ia aniaya Orang itu jangan engkau percaya
jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lain
Lidah suka membenarkan dirinya Daripada yang lain dapat kesalahannya
Jangan suka menyalahkan orang lain, dan mengganggpa bahwa diri kita paling benar
Daripada memuji diri hendaklah sabar Biar daripada orang datangnya kabar
Pujian tidak usah dibuat sendiri tapi tunggulah datangnya dari orang lain
Orang yang suka menampakkan jasa Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
Jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah kita perbuat
Kejahatan diri disembunyikan Kebajikan diri diamkan
Sifat-sifat jelek dalam diri kita jangan ditampakkan, begitu pula kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat
Ke’aiban orang jangan dibuka Ke’aiban diri hendaklah sangka
Jangan membuka aib atau keburukan dari orang lain, kesalahan diri sendiri harus disadar
Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan Bukannya manusia yaitulah syaitan
Manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan yang di larang oleh allah swt, maka manusia tersebut tidak dapat di katakan manusia
Kejahatan seorang perempuan tua Itulah iblis punya penggawa
Kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setan
Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
Jangan engkau tergoda akan kekayaan pada raja
Kebanyakan orang yang muda-muda Di situlah syaitan tempat bergoda
Semasa muda jagalah iman kita jangan sampai tergoda oleh rayuan setan
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan Di situlah syaitan punya jamuan
laki laki dan perempuan tidak boleh ber dua duan
Adapun orang tua yang hemat Syaitan tak suka membuat sahabat
orang yang baik bukanlah sahabat setan
Jika orang muda kuat berguru Dengan syaitan jadi berseteru
setan menjauhi orang yang rajin
Dengan ibu bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Jangan durharka terhadap ayah
Dengan ibu hendaklah hormat Supaya badan dapat selamat
kita harus patuhkepada ibu kita
Dengan anak janganlah lalai Supaya boleh naik ke tengah balai
jagalah anak dengan baik
Dengan kawan hendaklah adil Supaya tangannya jadi kapil
bersikap baiklah kepada teman

IJAZAH AMALAN ELAK ANCAMAN PENYAKIT CORONA VIRUS

IJAZAH AMALAN ELAK ANCAMAN PENYAKIT CORONA VIRUS

Amalan ini disampaikan oleh 'Alim Murobbi Tuan Guru Syeikhuna Muhammad Nuruddin bin Marbu al-Banjari al-Makki Hafidzohullah;

1. Memelihara solat Fardhu 5 waktu secara berjemaah di masjid.


2. Mempelihara wudhuk seharian.

3. Membaca Sayyidul Istighfar,
اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت أعوذ بك من شر ما صنعت أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

4. Doa al-Hafiz,
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

5. Setelah itu membaca doa ini,

يا أمان الخائفين آمنا مما نخاف
يا أمان الخائفين سلمنا مما نخاف
يا أمان الخائفين نجنا مما نخاف

Baca dan amalkan doa diatas setiap kali SELEPAS SOLAT SUBUH & MAGHRIB dengan penuh keyakinan serta tulus dan ikhlas memohon perlindungan dari Allah Taala. Mudah-mudahan diri kita sekeluarga mendapat perlindungan dari ancaman penyakit merbahaya terutamanya dari virus corona yang sedang menular ini.

_~ Catatan ringkas oleh al-Faqir Iqmal Haqim bin Rosman / Madrasah Az-Zein Lissuluk Ilallah / 9 Mac 2020

Monday, March 9, 2020

Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah

Allah telah menunjukkan kepada kita semua terlalu banyak bukti tentang kewujudannya termasuklah Nama-nama Allah pada bermacam makhluk. Kebanyakan bukti tersebut hanya dapat dilihat dengan menggunakan akal yang dianugerahkan terhadap ciptaanNya yang terbaik iaitu manusia.
Dari alam mikro hinggalah ke alam makro, daripada sekecil-sekecil makhluk iaitu ATOM, hingga sebesar-besar makhluk seperti matahari dan bintang-bintang lain yang lebih besar seperti Sirius, Pollux, Arturus, Rigel, Aldebaran, Betelgeuse, Antares dan sebagainya, semuanya membuktikan kewujudan Allah dan bertasbih memujiNya.
“Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah; dan Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Hadid : Ayat 1
Konsep ATOM, di mana Elektron mengelilingi Nukleus (Proton dan Neutron) adalah sama dengan konsep planet-planet mengelilingi matahari dalam sistem suria (Solar System) kita, begitu juga dengan sistem suria kita pula beredar mengelilingi Galaksi Bima Sakti (Milky Way Galaxy) dan begitulah seterusnya. Sungguh amat luas alam semesta ini, tiada siapa yang dapat menjangkaunya melainkan Allah S.w.t.
Bagaimana semua itu dapat beredar di dalam paksi dengan elok sekali, tanpa lari dari garisan orbitnya dan melencong ke arah lain? Sudah tentu lah ada yang mengawalnya.
Konsep ATOM, planet-planet dan sistem suria tadi sama lah konsepnya dengan umat Islam tawaf di Kaabah di Kota Mekah Al Mukarramah. Umat Islam tawaf mengelilingi Kaabah sambil memuji-muji Allah , maka begitu juga lah Atom, planet-planet dan sistem suria tadi, semuanya beredar di atas paksi (tawaf) sambil memuji-muji Allah. Dan ketahuilah, tiada tempat di dunia ini yang selama 24 jam sehari dipenuhi orang tawaf tanpa henti bergilir-gilir begitu, SubhanAllah. Begitu juga jika dilihat pada suatu AZAN yang dilaungkan apabila masuk waktu solat, ianya sentiasa berkesinambungan tanpa henti dari satu tempat ke satu tempat di seluruh dunia ini mengikut waktu-waktunya. Dengan kata lain, AZAN itu diibaratkan bunyi membesarkan Allah yang tawaf mengelilingi Bumi tanpa henti, masyaAllah.
Maka sekaligus sains sendiri telah membuktikan kebenaran ayat-ayat dalam AlQuran tersebut. Sesungguhnya segala makhluk di dunia ini bertasbih memuji Allah, hanya kita sahaja yang tidak tahu bahasa mereka. Dan yang lagi sedihnya, hanya MANUSIA sahaja yang ramai tidak suka malah langsung tidak memuji Allah, terutamanya orang-orang yang tidak beriman.
“Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah;
"dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun.” Surah Al Israa’ : Ayat 44
Begitu juga dengan kicauan dan siulan burung, ombak menghempas pantai, bunyi deruman air terjun, suara-suara serangga dan sebagainya, tidakkah semua itu menenangkan jiwa jika mendengarnya? Itulah kerana mereka semua itu sedang berzikir (zikrullah), bertasbih memuji Allah, kerana itu jika kita mendengarnya maka jiwa kita pun turut merasa ketenangannya insyaAllah.
“(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah (ingat Allah)”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia.” Surah Ar Ra’d : Ayat 28
“Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah; dan Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Hasyr : Ayat 1
“Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah Yang Menguasai (sekalian alam), Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Jumu’ah : Ayat 1
“Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah (Yang Maha Esa dan Maha Kuasa), sentiasa bertasbih kepadaNya sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang terbang berbaris di angkasa? Masing-masing sedia mengetahui (menurut keadaan semulajadinya) akan cara mengerjakan ibadatnya kepada Allah dan memujiNya; dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.” Surah An Nuur : Ayat 41
Sehinggakan guruh dan petir juga adalah memuji Allah; “Dan Dia lah juga yang guruh dan malaikat bertasbih memujiNya, kerana takut kepadaNya. Dan Dia lah juga yang menghantarkan petir, lalu Ia mengenakan dengan panahannya kepada sesiapa yang dikehendakinya Dan mereka yang ingkar itu membantah (serta mendustakan Rasul) mengenai perkara yang berhubung dengan Allah (dan kuat kuasaNya) Padahal Ia Amat keras azab seksanya.” Surah Ar Ra’d : Ayat 13
Dan banyak lagi ayat AlQuran yang menyebut tentang segala makhluk bertasbih memuji Allah. Maka adakah kamu masih tidak mahu bertasbih memuji Allah dan masih memuji makhluk2 lain? Bukti telah jelas diberikan sama ada secara rohani mahupun saintifik, adakah kamu masih ragu-ragu?
“Sesungguhnya yang sebenar-benar beriman kepada ayat-ayat keterangan Kami hanyalah orang-orang yang apabila diberi peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu,
mereka segera merebahkan diri sambil sujud (menandakan taat patuh), dan menggerakkan lidah dengan bertasbih serta memuji Tuhan mereka, dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur.” Surah As Sajdah : Ayat 15

Saturday, March 7, 2020

doa agar hindari penyakit yang besar dan rumit



doa agar hindari penyakit yang besar dan rumit berasal dari kuman / virus , dalam darah, dalm tulang, daging, urat

Tuesday, March 3, 2020

KERAS KEPALA DAN BERTENGKAR MERUGIKAN KITA

DEBAT AKAN MENGERASKAN HATI DAN MELEMAHKAN AMAL
Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahawa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.
Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”.
Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.
Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”.
Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam??”
Jawabku kepadanya: “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”.
“Apakah kamu tidak melihat bahawa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong??”
Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”.
Nabi Muhammad s.a.w juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar syurga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bahagian teratas syurga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167).
Rasulullah s.a.w bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah s.a.w membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmizi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad).
Imam Malik rahimahullah, berkata: “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)
Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.
Firman Allah ta’ala yang artinya “... Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26) “Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)
Sahabat yang dirahmati Allah,

Sahabat yang dirahmati Allah, 
Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Orang laki-laki yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang keras kepala lagi suka bertengkar.” (Hadis Riwayat Muslim)

Berdasarkan hadis di atas jelaslah kepada kita bahawa ada dua sifat manusia yang paling dibenci oleh Allah SWT iaitu :

Pertama : Keras kepala

Kedua : Suka bertengkar.

Huraiannya :

Pertama : Keras kepala.

Penyakit keras kepala atau degil adalah sifat iblis laknatullah.

Iblis merasa dirinya lebih mulia daripada Nabi Adam a.s. kerana dia diciptakan daripada api sedangkan Adam diciptakan daripada tanah. Iblis keras kepala tidak mahu tunduk kepada perintah Allah SWT dan dia tetap berdegil dengan pendapatnya sendiri dan tidak mematuhi arahan Allah SWT. Sifat keras kepala ini sebenarnya beriringan dengan sifat sombong, bongkak, takbur dan ego.

Kesemua sifat-sifat mazmumah ini amat dibenci oleh Allah SWT dan sifat-sifat ini adalah sifat penghuni neraka.

Allah SWT berfirman yang bermaksudnya : “(Iblis) menjawab, Kerana Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku selalu menghalangi mereka daripada jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”
(Surah al-A’raf ayat 16-17)

Ini menunjukkan bahawa kekufuran iblis bukanlah kerana kejahilan bahkan kekufurannya kerana keras kepala dan sombong.

Sabda Nabi SAW maksudnya: "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan." (Hadis Riwayat Muslim)

Jika kita lihat di dalam masyarakat kita adakah kita bertemu dengan orang yang bersifat keras kepala? Ya, kita akan bertemu dengan ramai manusia yang bersifat keras kepala, degil , ego dan sombong.

Sifat keras kepala ini salah satu sifat mazmumah yang membawa dosa besar selepas kufur. Bahkan dari keras kepala, seseorang itu boleh jadi kufur apabila ego dan kesombongannya itu sudah besar. Dari sifat ini melahirkan lebih banyak mazmumah-mazmumah yang lain. Dari satu mazmumah, beranak-anak mazmumah yang lain. Seolah-olah sifat keras kepala itu bukan buah lagi tetapi ia adalah pokok kejahatan dalam hati manusia, yang akan melahirkan buah-buah kejahatan, yang berduri, kelat dan beracun. Dari sini akan melahirkan sifat pemarah, dendam dan susah terima kebenaran. Dari situ juga melahirkan kezaliman sesama manusia. Sudah berapa banyak sifat yang dilahirkan oleh keras kepala yang bukan sahaja merosakkan dirinya bahkan mengharu-birukan kehidupan, memecahbelahkan rumah tangga, masyarakat, antara etnik dengan etnik, bangsa dengan bangsa dan akhirnya mencetuskan peperangan.

Biasanya orang yang keras kepala adalah terdiri daripada orang-orang kaya, golongan bangsawan, hartawan dan pemimpin masyarakat. Setiap para Rasul yang telah diutuskan kepada kaumnya, majoriti yang menolak dakwah para rasul adalah terdiri daripada mereka yang menjadi penguasa  dan pemimpin masyarakat dan mereka terdiri daripada golongan hartawan dan bangsawan, sedangkan yang menjadi pengikut setia para rasul adalah golongan miskin yang sentiasa ditindas.

Pintu hati orang yang keras kepala telah tertutup untuk menerima kebenaran. Jika diminta untuk beriman kepada Allah SWT mereka enggan beriman, begitu juga jika diminta berhukum dengan hukum-hukum Allah SWT, mereka memberi macam-macam alasan .

Contoh alasannya sekarang zaman moden mereka mengatakan hukum-hukum Allah SWT tidak sesuai dengan masyarakat majmuk, jika hukum rejam dijalankan keatas orang yang berzina maka akan habis batu-batu JKR untuk membuat jalan raya, jika hukum potong tangan dijalankan maka umat Islam akan dipandang hina oleh agama lain disebabkan ramai tangan-tangan umat Islam kodong kerana telah dipotong tangan kerana mencuri. Nauzubillahiminzalik! ini sebenarnya jawapan orang-orang fasik dan munafik dan mereka kufur dengan ayat-ayat Allah SWT, kerana mempermain-mainkan hukum-hukum Allah SWT seolah-olah Dia telah berlaku zalim kepada hamba-hamba-Nya.Hukum-hukum Islam adalah hukum yang paling sesuai di zaman mana sekali pun sehingga kehari kiamat, hanya perlaksanaannya sahaja perlu kepada masa dan peringkat demi peringkat.

Dalam surah Nuh jelas menunjukkan bahawa orang yang keras kepala tetap tidak mahu beriman walaupun Nabi Nuh a.s berdakwah siang dan malam hampir 1000 tahun.

Firman Allah SWT maksudnya : "Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampunkan mereka, mereka memasukkan anak jarinya ketelinganya dan menutupkan bajunya (kewajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri." (Surah Nuh ayat 7)

Nabi Nuh a.s telah habis kesabaran lalu berdoa kepada Allah SWT agar Dia menurunkan azab-Nya di atas kaumnya yang keras kepala seraya berseru:"Ya Allah! Janganlah Engkau biarkan seorang pun daripada orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mereka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir seperti mereka." (Surah Nuh ayat 26-27)

Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah SWT dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, kerana mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam di dalam banjir besar yang diturunkan oleh Allah SWT.

Kedua : Suka bertengkar.

Sabda Nabi SAW yang bermaksud ; "Mahukah kamu semua aku beritahu( sifat-sifat) ahli syurga? Para sahabat menjawab. "Ya", baginda bersabda," Setiap orang lemah dilemahkan, andainya dia meminta kepada Allah, nescaya Allah mengkabulkannya. Mahukah aku beritahu (sifat-sifat) ahli neraka? Setiap orang yang suka bertengkar dengan kasar ('utul) , berlagak (jawwaz) dan sangat sombong (mustakbir) (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Orang yang suka bertengkar dan suka menegakkan pendapatnya sendiri (menegakkan benang yang basah) adalah orang yang angkuh dan sombong. Baginya dia sahaja yang betul dan orang lain semuanya salah. Dia sukar untuk berbincang dengan cara baik kerana dia menganggap pendapat orang lain rendah dan pendapatnya sahaja yang baik dan perlu diutamakan. Sifat ini berlaku disebabkan hatinya sakit dan keras disebabkan dosa-dosa yang menutup pintu hati. Bila melakukan maksiat sudah tidak terasa bahawa maksiat itu adalah perbuatan yang mengundang kemurkaan Allah SWT.

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Jangan terlalu banyak berbicara selain menyebut Allah. Sebab mereka yang banyak berbicara selain menyebut Allah akan mengeraskan hati. Sesungguhnya manusia yang paling jauh daripada Allah ialah pemilik hati yang keras." (Hadis Riwayat Tirmizi daripada Ibnu Umar)

Sahabat yang dimuliakan,
Marilah sama-sama kita menjauhkan diri kita daripada sifat keras kepala dan suka bertengkar kerana kedua-dua sifat ini sangat dibenci oleh Allah SWT. Jika Allah SWT membenci sifat-sifat ini maka Dia tidak akan memberi taufik dan hidayah dan rahmat-Nya kepada sesiapa yang memiliki sifat-sifat ini. Wujudnya kedua-dua sifat ini adalah tanda hati seseorang sedang sakit, keras dan mati.-ADMIN-