Inilah Jalan Sufi Headline Animator

Whatsap Saya

Pencerahan Bid'ah

Saturday, December 30, 2017

Syarah Hikam

https://ibnuabbas.wordpress.com/syarah-hikam/

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji-pujian bagi Allah, Pemelihara sekalian alam. Selawat disertai salam atas yang paling mulia di antara Rasul-rasul, Muhammad Rasul yang Amin, dan atas sekalian keluarga dan sahabat-sahabat baginda saw.

Daku reda Allah adalah Tuhan, Islam adalah Agama, Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul, al-Quran adalah Imam, Kaabah adalah Kiblat dan Mukmin adalah saudara.

Wahai tuhanku! Engkau jualah maksud dan tujuanku dan keredaan Engkau jua yang daku cari. Daku mengharapkan kasih sayang-Mu dan kehampiran-Mu.
Kitab al-Hikam karangan Imam Tajuddin Abu Fadhli Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Athaillah Assakandary boleh dianggap sebagai buku teks yang perlu dipelajari oleh orang-orang yang mahu mendalami ilmu tauhid / tasauf serta berjalan pada jalan kerohanian. Dalamnya mengandungi kata-kata hikmat yang boleh dijadikan petunjuk jalan menuju Allah s.w.t dan mencapai keredaan-Nya.
Pada mulanya daku mengenali Kitab al-Hikam pada namanya sahaja. Apa yang diperkatakan adalah kitab ini merupakan sebuah kitab yang sukar difahami. Hanya sedikit sahaja bilangan guru-guru yang mampu mengajarkan kitab ini. Anggapan yang telah tertanam dalam fikiranku adalah hanya orang-orang yang khusus sahaja layak mempelajari kitab tersebut. Oleh yang demikian daku tidak pernah mencuba untuk mempelajarinya.
Kehendak Allah s.w.t mengatasi segala perkara. Apabila daku dimasukkan ke dalam bidang kerohanian timbullah minat dan kecenderungan untuk mengetahui isi Kitab al-Hikam. Daku mula mempelajari syarah-syarah kitab tersebut yang boleh didapati di kedai-kedai buku. Sedikit sekali kefahaman yang terbuka kepadaku. Kemudian daku mempelajari kitab-kitab tasauf yang boleh daku dapati dari berbagai-bagai sumber. Berbekalkan sedikit pengetahuan dalam ilmu tasauf, daku mempelajari semula Kitab al-Hikam. Apa yang daku fahamkan itu daku tuliskan sebagai satu cara pembelajaran. Beberapa orang sahabat telah membaca teks yang asal dan memberi teguran yang membina. Hasil dari teguran itu daku tulis semula Syarah al-Hikam ini.
Apa yang daku fahamkan dan perolehi dari khazanah al-Hikam ingin daku kongsikan dengan saudara-saudara Muslimku. Mudah-mudahan Allah s.w.t memberikan taufik dan hidayat kepada kita semua.
Penyusun Syarah al-Hikam ini bukanlah seorang yang alim dalam ilmu tasauf, apa lagi ilmu fikah. Oleh itu adalah baik jika saudara-saudara yang membaca kitab ini merujukkan kepada orang yang alim. Jika terdapat perbezaan pendapat di antara isi kitab ini dengan perkataan orang alim, anggaplah kefahaman penyusun telah tersilap dan berpeganglah kepada perkataan orang alim. Penyusun memohon kemaafan di atas kesilapan tersebut. Sekiranya apa yang diperkatakan dalam kitab ini adalah benar, maka sesungguhnya kebenaran itu dari Allah s.w.t. Hanya Dia yang patut menerima pujian. Hanya kepada-Nya kita bersyukur.
Wahai saudara-saudaraku yang daku kasihi.

****

Sunday, December 24, 2017

BAGAIMANA HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ???

AHLI SHOLAWAT is with Maftha Sya'dhiiyach and 44 others.
BAGAIMANA HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ???
.
1. HARAM
Secara umum Para Ulama menghukumi HARAM mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Nasrani.
• HARAM DAN HARUS DIHUKUM (TA'ZIR)
Bahkan ada sebagian Ulama berpendapat bukan Hanya haram, Tetapi juga hendaknya dihukum Ta'zir Kepada umat islam yang ikut merayakan & mengucapkan selamat kepada hari raya kaum kafir.
خاتمة : يعزر من وافق الكفار في أعيا دهمو نم يمسك الحية و من يدخل النار ومن قال لذمي يا حاج ومن هنأ بعيده ألخ
(Syarwani ‘ala Tukhfat al-Muhtaj juz 9 halaman 212, Darul Fikr dan Mughn al-Muhtaj ‘ala Syarkh al-Minhaj Imam Nawawi juz 5 halaman 550)
• BISA MENJERUMUSKAN KEPADA KEKUFURAN
Mengucapkan selamat Natal bisa menjerumuskan umat islam kepada kekufuran (keluar dari islam) jika dalam pengucapannya dibarengi dengan keyakinan bahwa Yesus (Nabi Isa) adalah anak Tuhan yang lahir pada 25 desember. Maka ini hukumnya mutlak HARAM bahkan sudah kafir.
----------------------------------------------------------
2. MAKRUH (DALAM KEADAAN DARUDAT !!!)
Ada sebagian Ulama, khususnya ulama² kontemporer, menghukumi boleh apabila orang tersebut dalam keadaan darurat (sangat sangat terpaksa), atau lebih tepatnya MAKRUH (lebih baik ditinggalkan).
Contohnya; Jika orang tersebut berada di suatu lingkungan yang kurang atau bahkan tidak mengenal islam, jika kita tidak mengucapkan selamat maka akan terjadi sesuatu yang buruk, gejolak sosial dll., dengan kemungkinan akan menghambat dakwah islam di tempat tersebut, maka hal ini sebagian ulama memperbolehkan, asal hanya sekedar basa-basi, atau mengucap selamat saja (tidak perlu diteruskan).
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Mengenai perbedaan pendapat Ulama soal hukum mengucapkan selamat hari raya kepada non muslim, Sulthanul Ulama Al Habib Salim Asy-syatiri berpesan :
"Kalau madzhabnya ulama - ulama yang Wara' adalah Tidak, Tidak akan Melakukan Seperti itu / Menjauhi hal-hal yang seperti itu, dengan kata lain meninggalkannya."
.
والله أعلمُ بالـصـواب

Wednesday, December 13, 2017

kerja-kerja dakyah Rozaimi di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) semakin berkembang.


Kami dapat maklumat, kerja-kerja dakyah Rozaimi di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) semakin berkembang.
Bukan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dibawanya tetapi dakyah wahhabi. Ibu Ayah, penjaga, asatizah diharap ambil berat perkara ini.
REKOD MERAH ROZAIMI RAMLEE (RORA)
1.Berbohong atas nama Imam An Nawawi
2. Berbohong atas nama Imam Ibnu Hajar Al Haithami
4. Mengajar umat Islam sombong dengan ilmu
5. Berhujjah dengan aqidah Firaun

6. Isu tauliah
7. Dakwa boleh berpegang kepada zahir nas ayat mutasyabihat.
8. Menyatakan Hadith Jihad Lawan Nafsu BUKAN HADITH
9. Menyatakan pahala bacaan al Quran tidak sampai DALAM MAZHAB ASY SYAFIE
10. Mengkritik Jabatan Mufti Selangor tentang tauliah
11. Menolak IJMAK ULAMAK yang menyatakan wajib qadha' solat dan dijawab oleh maulana lutfi penyelewengan RORA :
12. Tidak amanah dalam penilaian hadith berkaitan Israk dan mikraj
13. Berbohong dengan mengatakan selawat lepas Solat Terawih hanya diamal di Malaysia dan nusantara
14. Menyatakan Peha Bukan Aurat dan tidak jujur dalam menukil pandangan Imam Bukhari
15. Mendakwa Zikir Allah.. Allah tidak afdhal.
Jawapan kepada dakwaan ini :
- Ustaz Khafidz Soroni : https://m.facebook.com/story.php…
- ASWJ Research Group : https://m.facebook.com/story.php…
- Ustaz Abdullaah Jalil : https://m.facebook.com/story.php…
Ilmu itu agama, lihat kepada siapa agama itu diambil.

Friday, December 8, 2017

Hukum Melaknat Mukmin


Seorang mukmin senantiasa diperintahkan untuk menjaga lisannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)
, “Orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafa’at dan tidak pula syuhada pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat -ed) tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan jika tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi.” (HR. Abu Daud)
Kadang kita mendengar orang berkata, “dasar batu sial!” atau “sial kamu!”, kata-kata ini terdengar sangat sepele, namun ketahuilah Saudariku, bahwa kita dilarang untuk mengucapkan atau melaknat sesuatu tanpa adanya keterangan dari agama bahwa sesuatu tersebut mendatangkan kesialan.
Selain itu, kita juga dilarang melaknat angin, binatang, ayam jago, waktu, serta manusia tertentu, terutama seorang mukmin karena hal tersebut termasuk dosa besar. Tsabit bin Adh-Dhahhak rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaknat seorang mukmin maka seakan-akan dia membunuhnya.” (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah SAW larang kutuk mengutuk sesama Muslim
Yang dimaksudkan dengan mengutuk ialah mendoakan orang lain agar mendapat kecelakaan. Mengutuk ini adalah satu perbuatan yang terlarang kita lakukan sesama muslim. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW. di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud maksudnya: “ Mencaci orang Islam itu termasuk fasik dan membunuhnya termasuk kafir.”
Rasulullah SAW bersabda maksudnya, “Mengutuk seorang mukmin itu seperti membunuhnya.” (Hadis Riwayat Jamaah selain Ibnu Majah, hadis riwayat Tsabit bin Adl-Dlahak)
Rasulullah SAW bersabda maksudnya ” Tidaklah para pelaknat itu dapat jadi penolong dan saksi di hari kiamat.” (Hadis Riwayat Muslim dan Abu Daud)
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda maksudnya: ” Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencerca, bukan yang suka menjolok jolok, bukan yang suka berbuat keji, dan bukan juga orang yang suka bercakap keji.”

Monday, November 27, 2017

Tuan Guru hj Soleh musa semasa mudanya


Tuan Guru hj Soleh musa semasa mudanya. 
Sama-sama kita hadiahkan bacaan al fatihah

Pak da eil dh pesan kat baba dulu masok parti yg ada ramai alim ulama...tp ada yg  dh tersalah langkah tersesat jalan pi msok parti yang ramai org liberal
.

Friday, November 24, 2017

Ini Makam Syekh Abdusshamad Al Palimbani

Ini Makam Syekh Abdusshamad Al Palimbani Bin Syekh Abdul Jalil bin Syekh Abdul Wahhab bin Syekh Ahmad Al-Mahdani di Thailand Selatan tepatnya di daerah Pattani

Beliau Sahabat Datuk kalampayan Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari dan sesama murid Syekh Samman Al Madani yg dikenal dengan 4 Serangkai dari Tanah Jawi bersama Syekh Abdul Wahab Bugis ( Menantu datuk kalampayan suami Syarifah) dan Syekh Abdurrahman Al Masri (kakeknya Habib utsman Betawe Pengarang Kitab sifat 20) yang hidup antara 1700-1800 M

Makam beliau di tengah hutan karena beliau dulu ikut serta dalam perjuangan melawan kerajaan Siam Budha Thailand yg ingin merebut tanah Melayu Pattani yg sekarang menjadi bagian negara Thailand
As-Sheikh Abdul Samad Al-Palembangi mati syahid ketika berjuang bersama tentera Melayu Kedah melawan Tentara Kerajaan Siam Budha Thailand.

Beliau pengarang Kitab Hidayatussalikin (Bahasa Arab Melayu) dan kitab Siarus Salikin yang banyak diajarkan saat majlis2 pengajian di Kalimantan Selatan

Manakib Belliau:
Bila berbicara perjuangan atau penyebaran Islam di Nusantara, salah satu nama yang akan disebut dan dibahas yakni Syekh Abdul Samad. Seorang ulama besar pada masanya yang dilahirkan di Palembang pada 1116 Hijiriyah atau 1704 Masehi.

Masyarakat Palembang, termasuk pula keturunannya, menyebut namanya Syekh Abdul Samad Al-Falembani. Namun ada tiga nama lain yang menyebutkan ulama besar ini. Yakni berdasarkan Ensiklopedia Islam, namanya Abdus Samad Al-Jawi Al-Falembani. Lalu berdasarkan sumber sumber-sumber Melayu, seperti ditulis oleh Azyumardi Azra dalam bukunya 'Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (Mizan: 1994)', namanya Abdul Samad bin Abdullah Al-Jawi Al-Falembani. Ketiga, masih menurut Azyumardi Azra, apabila merujuk pada sumber-sumber Arab, namanya Sayyid Abdus Al-Samad bin Abdurrahman Al-Jawi.

Lalu, dari garis keturunan bangsa apa sebenarnya Syeikh Abdul Samad ini? Bila dilihat garis bapak, dia masih keturunan Arab. Nama bapaknya Syekh Abdul Jalil bin Syekh Abdul Wahhab bin Syekh Ahmad Al-Mahdani. Bapaknya seorang ulama dari Yaman. Yang sebelum datang ke Palembang, sempat mampir dahulu di Kedah, Malaysia. Di sana, dia menikahi Wan Zainab, puteri Dato Sri Maharaja Dewa.

Sementara ibu Syekh Abdul Samad adalah Radin Ranti, seorang perempuan Palembang. Jadi jika dilihat garis keturunan ibu, Syeikh Abdul Samad keturunan Palembang. Seperti para ulama di masanya, Syekh Abdul Samad ini banyak melakukan pengembaraan dalam menuntut ilmu. Baik di Nusantara maupun di negeri yang jauh, seperti Arab.

Mencari Ilmu

Guru pertama Syekh Abdul Samad yakni bapaknya sendiri, Syekh Abdul Jalil. Selanjutnya dia disekolahkan ke pondok pesantren di negeri Patani (Thailand). Pada masa itu Patani adalah salah satu tempat menempa ilmu-ilmu ke-Islaman dengan sistem pondok.

Mungkin saja Syekh Abdul Samad bersama saudara-saudaranya seperti Wan Abdullah dan Wan Abdul Qadir telah memasuki pondok-pondok yang terkenal saat itu, seperti Pondok Bendang Gucil di Kerisik, Pondok Kuala Bekah atau Pondok Semala.

Di antara para gurunya di Patani, yang dapat diketahui dengan jelas hanyalah Syekh Abdur Rahman bin Abdul Mubin Pauh Bok. Beliau juga mempelajari ilmu sufi daripada Syekh Muhammad bin Samman, selain mendalami kitab-kitab tasawuf dari Syekh Abdul Rauf Singkel dan Samsuddin Al-Sumaterani, kedua-duanya dari Aceh.

Dari Patani, Syekh Abdul Samad belajar ke Mekah dan Madinah. Di sini dia banyak bergaul dengan para ulama asal Nusantara lainnya seperti Muhammad Arsyad Al-Banjari, Abdul Wahhab Bugis, Abdul Rahman Al-Batawi, dan Daud Al-Fatani. Walaupun menetap di Mekah, Syekh Abdul Samad, menurut Azyumardi, tetap memberikan perhatian besar pada perkembangan sosial, politik, dan keagamaan di Nusantara.

Gurunya di Mekah antara lai Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani, Muhammad bin Sulayman Al-Kurdi, dan Abdul Al-Mun'im Al-Damanhuri. Kemudian dia berguru dengan Ibrahim Al-Rais, Muhammad Murad, Muhammad Al-Jawhari, dan Athaullah Al-Mashri.

Ulama Kritis

Meskipun mendalami tasawuf, Syekh Abdul Samad dikenal kritis. Dia mengkritik kalangan yang mempraktikkan tarekat secara berlebihan. Beliau selalu mengingatkan akan bahaya kesesatan yang diakibatkan oleh aliran-aliran tarekat tersebut, khususnya tarekat Wujudiyah Mulhid yang terbukti telah membawa banyak kesesatan di Aceh.

Untuk mencegah apa yang diperingatkannya itu, Syeikh Al-Palembani menulis semula intipati dua kitab karangan ulama dan ahli falsafah abad pertengahan, yakni Imam Al-Ghazali yakni kitab 'Lubab Ihya' Ulumud Diin' (Intisari Ihya' Ulumud Diin), dan 'Bidayah Al-Hidayah' (Awal Bagi Suatu Hidayah). Dua karya Imam Al-Ghazali ini dapat membantu membimbing mereka yang mempraktikkan aliran sufi.

Berkaitan dengan ajaran tasawufnya, Syekh Al-Palembani mengambil jalan tengah antara doktrin tasawuf Imam Al-Ghazali dan ajaran 'wahdatul wujud' Ibnu Arabi; bahwa manusia sempurna (insan kamil) adalah manusia yang memandang hakikat Yang Maha Esa itu dalam fenomena alam yang serba aneka dengan tingkat makrifat tertinggi, sehingga mampu 'melihat' Allah SWT sebagai 'penguasa' mutlak.

Di Palembang, di masa Kesultanan Palembang, Syekh Abdul Samad sangat membenci Belanda. Apalagi Belanda memegang pengaruh besar di lingkungan Islam dan pemerintahan Palembang. Dia pun memutuskan meninggalkan Palembang. Guna melakukan perjalanan, dia bersama murid-muridnya menebang kayu di hutan untuk membuat perahu atau kapal kecil. Dia pergi ke Makkah.

Walaupun sebenarnya beliau bukanlah seorang tukang yang pandai membuat perahu, namun beliau sanggup mereka bentuk perahu itu sendiri untuk membawanya ke Mekah. Tentunya ada beberapa orang muridnya mempunyai pengetahuan membuat perahu seperti itu. Ini membuktikan Sheikh Abdus Shamadal-Falimbani telah menunjukkan keteguhan pegangan, tawakal adalah merupakan catatan sejarah yang tidak dapat dilupakan.

Membela Patani

Setelah kembali ke Makkah, Syekh Abdul Samad al-Falimbani tetap ingin pulang ke Nusantara. Dia telah lama bercita-cita untuk ikut serta dalam salah satu peperangan melawan para penjajah di Nusantara. Namun setelah dipertimbangkan, dia lebih tertarik membantu umat Islam di Pattani dan Kedah melawan keganasan Siam.

Dalam peperangan itu, dia memegang peranan penting dengan beberapa panglima Melayu lainnya. Ada catatan menarik mengatakan beliau bukan berfungsi sebagai panglima sebenarnya tetapi beliau bertindak sebagai seorang ulama sufi yang sentiasa berwirid, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bersalawat setiap siang dan malam.

Misteri Kematiannya

Sulit sekali menemukan tahun pasti wafatnya Syeikh Abdul Samad. Menurut Dr M Chatib Quzwain dalam bukunya "Mengenal Allah Suatu Studi Mengenal Ajaran Tasauf Sheikh Abdus Shamad al-Palimbani" pada tahun 1244 hijriyah atau 1828 masehi dikatakan umur Syekh Abdul Samad 124 tahun.

Sementara Dr Azyumardi Azra menulis, "Meskipun saya tidak dapat menentukan secara pasti angka-angka tahun di seputar kehidupannya, semua sumber bersatu kata bahwa rentang masa hidup Al-Palimbani adalah dari dasawarsa pertama hingga akhir abad kedelapan belas.

Al-Baythar menyatakan, Al-Palimbani meninggal setelah 1200 hijriyah atau 1785 Masehi. Tetapi kemungkinan besar dia meninggal setelah 1203 Hijriyah atau 1789 Masehi, setelah dia menulis karya terkenalnya 'Sayr Al-Salikin'. Saat itu usianya berkisar 85 tahun.

Berdasarkan sumber di Jedah, dia dikatakan terbunuh dalam perang melawan Thailand pada 1244 Hijriyah atau 1828 Masehi. Lalu di mana Syekh Abdul Samad dimakamkan? Dr M Chatib Quzwain
menyebut bahwa makam Syekh Abdul Samad di Palembang, tapi di Palembang belum didapatkan informasi di mana makamnya di Palembang. Sedangkan Dr Azyumardi Azra menulis, "Ada kesan kuat dia meninggal di Arabia".

Tetapi, yang jelas, seperti ditulis penyair Malaysia yakni Muhammad Abdulloh bin Suradi dalam artikelnya "Syekh Abdul Samad Al-Falimbani, Ulama, Sufi dan Syuhada" masyarakat di Patani mengklaim telah menemukan makam Syeikh Abdul Samad di antara kampung Sekom dengan Cenak, di kawasan Tiba, Patani Utara, Thailand.

Daftar Karya Syekh Abdul Samad al-Falembani:
1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimatit Tauhid, 1178 H/1764 M.
2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/1765 M.
3. Hidayatus Salikin fi Suluki MaslakilMuttaqin, 1192 H/1778 M.
4. Siyarus Salikin ila ‘Ibadati Rabbil 'Alamin, 1194 H/1780 M-1203 H/1788 M.
5. Al-'Urwatul Wutsqa wa Silsiltu Waliyil Atqa.
6. Ratib Sheikh 'Abdus Shamad al-Falimbani.
7. Nashihatul Muslimina wa Tazkiratul Mu’minina fi Fadhailil Jihadi wa
Karaamatil Mujtahidina fi Sabilillah.
8. Ar-Risalatu fi Kaifiyatir Ratib Lailatil Jum’ah
9. Mulhiqun fi Bayani Fawaidin Nafi'ah fi Jihadi fi Sabilillah
10. Zatul Muttaqin fi Tauhidi Rabbil 'Alamin
11. 'Ilmut Tasawuf
12. Mulkhishut Tuhbatil Mafdhah minar Rahmatil Mahdah 'Alaihis Shalatu was Salam
13. Kitab Mi'raj, 1201 H/1786 M.
14. Anisul Muttaqin
15. Puisi Kemenangan Kedah.( fy)

http://web.facebook.com/photo.php?fbid=123362394370984&set=a.123357097704847.9486.100000916734947&type=1&ref=nf

Thursday, November 23, 2017

Siri Belajar Bahasa Arab Selangkah-Selangkah

Siri Belajar Bahasa Arab Selangkah-Selangkah dari mula sehingga Bab 20.0 dalam bentuk PDF telah sedia untuk dimuat turun (download) oleh sesiapa yang berminat.
Versi PDF ini lebih mudah untuk dicetak sendiri ataupun dibaca atas skrin komputer ataupun handphone anda. Tulisannya lebih besar dan lebih jelas daripada teks di facebook.
Sila download di sini: http://extraminda.com/BBASS2.pdf
Sesiapa yang sudah download, diminta komen di sini 'saya download' ataupun apa-apa feedback. Saja saya nak tahu berapa orang sudah download. Mungkin sebagai pemangkin semangat untuk sediakan sambungannya secepat mungkin... 
InsyaAllah, kita akan uploadkan satu set PDF untuk setiap 10 bab.
Sesiapa yang telah pun mencetak bab 0 hingga bab 10, tidak perlu ulang cetak bab-bab berkenaan lagi kerana tidak ada suntingan yang signifikan melainkan ada sedikit pembetulan kecil sahaja yang boleh diabaikan. Laraskan printer anda untuk cetak bermula dari Bab 11.
Kandungan PDF ini diizinkan untuk kegunaan personal atau kumpulan atau untuk sebaran secara percuma.
Jazakumullahu khairan di atas semua sokongan like, share & comment. Barakallahu fikum.
P E N G H A R G A A N
Seandainya draf buku ini ditakdirkan menjadi sebuah buku yang bercetak, InsyaAllah, maka ruangan PENGHARGAAN di permulaaan buku tersebut akan dikhususkan untuk mengabadikan nama-nama mereka yang telah membantu menjayakan buku ini. Terutamanya kepada 10 orang yang paling kerap mengambil bahagian menjawab soalan-soalan latihan mengikut masa yang diberikan.
Selain menjadi rujukan yang sangat berharga kepada pelajar-pelajar lain, jawapan yang dikongsikan mereka di ruangan facebook itu menjadi feedback yang sangat penting untuk proses penyediaan dan penambahbaikan bahan-bahan yang ada di dalam buku itu nanti.
Semoga Allah mengganjarkan pahala yang mengalir berterusan dari ilmu yang bermanfaat kepada semua yang telah/sedang/akan mengambil bahagian. Aamiin.

Tuesday, November 21, 2017

PAS nak buat majlis Maulid Nabi pun ada puak2 kepanasan


Kassim Salamat added 3 new videos — with Azmi Saad and 49 others.
19 hrs
PAS nak buat majlis Maulid Nabi pun ada puak2 kepanasan.. Kebiasaannya yg panas ialah puak2 wahhabi.. Sampai nak ceroboh premis PAS tanpa waran polis.. Tak cukup tanah dia lari apabila Ust Yussaine kasi tazkirah.. 😂😂 maulid zombie boleh pula.
Jawapan Ustaz Yussaine Yahya, Mudir Ma'had Tahfiz Al-Quran Al-Imam An-Nawawi (MATIN) Kangar, Perlis berkenaan isu serbuan Jabatan Agama Islam Perlis (JAIPS) pagi tadi. Mula pada minit ke11 pada link di bawah nie..
https://m.facebook.com/story.php…

Monday, November 20, 2017

Senarai kitab 'sekurang-kurang' kena belajar untuk bukak pondok

Pondok Tuan Guru Sidek Nor-MTQ
2 hrs
1. Senarai kitab 'sekurang-kurang' kena belajar untuk bukak pondok.
ILMU TAUHID
- Ummul Barahin, Kifayatul Awam, Syarqowi Hudhudi, Bajuri Sanusi, Dusuqi.
ILMU FEQH
- Munyatul Musolli, Bahjatul Mubtadi, Idhohul Bab, Kifayatul Mubtadi, Matlaul Badrain, Bughyatul Tullab, Sabilal Muhtadin, Bajuri Qasim, Ia'natu Tolibin, Tahrir,​ Iqna', Fathul Wahhab.
ILMU TASAUF
- Penawar Bagi Hati, Hidayatul Salikin, Minhajul Abidin, Hikam, Addurun Nafis.
ILMU TAFSIR
- Tafsir Jalalain.
ILMU SIRAH
- Nurul Yakin, Syamail Muhammadiah.
ILMU HADIS
- Hadis 40, Mukhtasar Ibni Abi Jamrah, Mukhtarul Ahadis, Jawahirul Bukhori, Al-'Asfuriyyah, Ihkamul Ahkam, Al-Azkar, Riyadhus Solihin, Bulughul Marram.
ILMU SARF
- Matan Bina', Matan Izzi, Kailani, Lamiyatul Af'al.
ILMU NAHU
- Ajrumiyah, Abniyatul Asma', Mukhtasar Jiddan, Tashil Nailil Amani, Syeikh Kholid, Usymawi, Kawakib Durriyyah, Syarah Azhariyyah, Syujai', Alfiyyah, Ibnu Aqil, Syuzuruzzahab, Yasin.
ILMU MANTIK
- Idhohul Mubham
ILMU BAYAN
- Sullamul Bayan, Sowi Dardiri
ILMU BALAGHAH
- Husnu Siyaghah, Jauharul Maknun
USUL FEQH
- Hasyiyah Annafahat
MUSTOLAH HADIS
- Taqriratu Saniyyah
USUL TAFSIR
- Faidhul Khobir
ILMU MAQULAT
- Matan Maqulat
ILMU QAWAID FEQHIYYAH
- Idhohul Qawaed Feqhiyyah.
2. Senarai kitab 'sekurang-kurang' kena belajar untuk muzakarah di masjid.
- Matlaul Badrain, Sirajul Huda, Hidayatus Salikin, Jauharul Mauhub, Muhimmah, Penawar Bagi Hati, Sullamul Mubtadi, Idhohul Bab, Adduru Thamin, Perisai Bagi Sekalian Mukallaf.
3. Senarai kitab 'sekurang-kurang' kena belajar untuk muzakarah di surau2 kecil.
- Faridah Faraid, Munyatul Musolli, Wisyahul Afrah, Bakuratul Amani, Bahjatul Mubtadi, Hidayatus Sibyan.
4. Matan Wajib Dihafaz
- Ajrumiyyah, Abniyatul Asma', Matan Bina', Matan Izzi, Kawakib, Alfiyyah.
PERHATIAN!!!
*'SEKURANG-KURANG YA'
Perkongsian dari pondok Padang Pusu, Fatoni

Tuesday, November 14, 2017

The earthquake yesterday broke the earth in half

The earthquake yesterday broke the earth in half.
In the western part between Iran and Iraq 😨
God will leave

Monday, November 13, 2017

status asiah jalil tentang Nabi dan Isteri Isterinya

Page Liked · 1 hr 
 
OOPS SHE DID IT AGAIN..!

1. KATANYA: “Sejak zaman Nabi, wanita Islam sering ditakutkan dengan betapa buruknya status janda di sisi masyarakat”.

SANGGAHAN:
Fakta mana puan ambil?
Begitu banyak contoh Nabi SAW dan para sahabat mengahwini janda-janda untuk membantu mereka, bagaimana pula mereka ditakutkan?
Isteri-isteri Nabi SAW sendiri kesemuanya janda kecuali seorang. Betapa syarak menggalakkan berlaku mulia kepada para janda dan mengambil berat kebajikan mereka dan membela mereka dari tohmahan dan kezaliman tidak pula diambil kira??
Jangan kelemahan masyarakat melayu atau emosi peribadi ditempekkan pada agama yang sempurna..!

2. KATANYA: “Selepas kematian Khadijah, Nabi menikahi Saudah yang sudah tua, untuk menjaga anak-anak Nabi yang masih kecil. Beberapa tahun kemudian, Nabi bernikah dengan Aisyah yang masih anak dara, muda dan jauh lebih cantik. Pada waktu ini anak-anak Nabi sudah besar. Maka Nabi merasa tidak berkehendak lagi kepada Saudah. Ketika Nabi ingin menceraikan Saudah, Saudah merasa sangat sedih. Lalu Saudah membuat perjanjian dengan Nabi, untuk melepaskan segala haknya sebagai isteri, termasuk nafkah batin, asalkan tidak diceraikan”.

SANGGAHAN:
Disiplin hadis atau riwayat mana puan pakai?
Saya tidak mendapati satu pun hadis sahih berkaitan Sawdah RA melepaskan hak giliran harinya tatkala Nabi SAW ingin menceraikannya kerana beliau sudah tua, yang ada cuma fahaman sebahagian mufassirin semata. Apatah lagi riwayat-riwayat Sawdah RA melakukan sedemikian selepas diceraikan oleh Nabi SAW sebagaimana dalam riwayat al-Bayhaqiy kesemuanya lemah statusnya kerana masalah perawi dan kesambungan sanadnya.
Yang sahih berdasarkan riwayat Abu Daud dan al-Tirmidziy hanyalah Sawdah RA sendiri yang KHUATIR diceraikan Nabi SAW kerana merasakan dirinya sudah tua, BUKAN kerana Nabi SAW yang ingin menceraikannya!
Begitu juga kerana Sawdah RA ingin MENGGEMBIRAKAN Nabi SAW kerana tahu baginda SAW gembira bersama Aisyah RA sebagaimana dalam riwayat al-Bukhariy. Maka di saat Sawdah RA sudah tua dan hasratnya kepada lelaki telah berkurangan atau hilang, dengan kerisauan yang wujud sebagaimana lumrah wanita, dia tetap ingin menjadi sebahagian dari para isteri Nabi SAW dengan terus menggembirakan Nabi SAW dengan kemampuan yang dimilikinya.

Kemudian fakta mana puan kutip Nabi SAW berkahwin dengan Saudah demi menjaga anak-anak baginda SAW dengan Khadijah RA, dan kemudian bersikap seperti “habis madu sepah dibuang” setelah mengahwini ‘Aisyah RA?? Kelihatannya seperti “character assasination” terhadap Nabi SAW pada saya –والعياذ بالله-!
Barangsiapa yang mengkaji sirah baginda dan keluarga baginda SAW pasti tahu kebobrokan tohmahan dusta tersebut.
Bahkan baginda SAW berkahwin dengannya walaupun tahu keadaannya yang berusia dan sukar setelah suaminya yang mulia Sakran bin ‘Amr meninggal ketika proses hijrah ke Habsyah. Pasangan ini merupakan antara yang menyertai gelombang kedua hijrah ke Habsyah dan Sawdah RA merupakan antara wanita mulia yang terawal memeluk Islam.
Suaminya meninggal dalam keadaan tiada siapa yang menanggung Sawdah RA, sehingga Nabi SAW khuatir orang Quraisy Makkah akan menyeksa Sawdah yang telah pulang dari hijrah.

3. KATANYA: “Semasa ketiadaan Hafsah, senyap-senyap Nabi membawa masuk Mariah Al-Qibtiah dan Nabi menggauli Mariah di atas katil Hafsah. Nak jadi cerita Hafsah pulang awal ke rumah dan menyaksikannya”.

SANGGAHAN:
Sekali lagi, Nabi SAW digambarkan begitu “jelek” sikapnya dengan lemparan fakta yang auta!
Tiada satu hadis sahih dan sarih (jelas) pun yang menjelaskan puncanya secara spesifik mengapa Hafsah RA diceraikan oleh Nabi SAW.
Namun sebahagian para ilmuwan mengaitkannya dengan umum kisah ayat dalam surah al-Tahrim:
وَإِذۡ أَسَرَّ ٱلنَّبِىُّ إِلَىٰ بَعۡضِ أَزۡوَٲجِهِۦ حَدِيثً۬ا فَلَمَّا نَبَّأَتۡ بِهِۦ وَأَظۡهَرَهُ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ عَرَّفَ بَعۡضَهُ ۥ وَأَعۡرَضَ عَنۢ بَعۡضٍ۬‌ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِۦ قَالَتۡ مَنۡ أَنۢبَأَكَ هَـٰذَا‌ۖ قَالَ نَبَّأَنِىَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡخَبِيرُ

Yang bermaksud: “Dan (ingatlah), ketika Nabi memberitahu suatu perkara secara rahsia kepada salah seorang dari isteri-isterinya. Kemudian apabila isterinya itu menceritakan rahsia yang tersebut (kepada seorang madunya) dan Allah menyatakan pembukaan rahsia itu kepada Nabi, (maka Nabi pun menegur isterinya itu) lalu menerangkan kepadanya sebahagian (dari rahsia yang telah dibukanya) dan tidak menerangkan yang sebahagian lagi (supaya isterinya itu tidak banyak malunya). Setelah Nabi menyatakan hal itu kepada isterinya, isterinya bertanya: Siapakah yang memberi tahu hal ini kepada tuan? Nabi menjawab: Aku diberitahu oleh Allah Yang Maha Mengetahui, lagi Amat Mendalam Pengetahuan-Nya (tentang segala perkara yang nyata dan yang tersembunyi)”.

4. Demikianlah bahaya mereka yang tiada disiplin dalam menyampaikan maklumat atau riwayat sehingga apa sahaja yang dijumpai dan didengari yang menepati selera diri langsung ditelan dan diluah tanpa meneliti juadah tersebut halal atau haram, berbahaya atau tidak, beracun atau tidak, sehingga Nabi SAW kita yang tercinta pun “dilanggar”nya!

5. Sebagai mukmin (jika benar kita mempunyai sekelumit iman), kita seharusnya mengasihi, membela dan membersihkan Nabi SAW dari tohmahan barat dan musuh-musuh Islam yang sentiasa ingin mencemarkan imej baginda SAW, bukan terpengaruh dengan dakwaaan serta dakyah mereka yang rapuh...Pesan Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman:
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ شَـٰهِدً۬ا وَمُبَشِّرً۬ا وَنَذِيرً۬ا لِّتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ
Yang bermaksud: “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (wahai Muhammad) sebagai Rasul yang menjadi saksi (yang diterima keterangannya) dan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman), serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar). (Kami mengutusmu wahai Muhammad) supaya engkau dan umatmu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya kamu kuatkan agama-Nya serta memuliakan-Nya” [al-Fath: 8-9].