Inilah Jalan Sufi Headline Animator

Whatsap Saya

Pencerahan Bid'ah

Sunday, July 30, 2017

update produk bersiri (belum khatam) mp3 baba ismail sepanjang

Babaismailsepanjang Alfatoni
7 hrs
darah haid
31 julai 17
*update produk bersiri (belum khatam) mp3 baba ismail sepanjang*
nama kitab arab / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga (1 folder harga rm6)
1) syarah ibnu akil / nahwu / 36 folder / 435 file / RM216
2) azzawajir juz 1 / hadis / 38 folder / 242 file / RM228
3) azzawajir juz 2 / hadis / 64 folder / 554 file / RM384
4) hikam arab / tasauf / 40 folder / 252 file / RM240
5) mukhtasar tazkirah al qurtubi / hadis / 49 folder / 583 file / RM300
6) syarah al azkar / hadis / 71 folder / 494 file / RM426
7) syarqowi tahrir / fekah / 80 folder / 791file / RM480
8) dalil falihin / hadis / 98 folder / 868 file / RM588
9) sowi bayan / alat / 2 folder / 20 file / RM12
○•○●●●●●●●○○
nama kitab arab / khatam / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga
1) hasyiah annafahat / usul fikh / 11 folder / 44 file / RM66
2) al azhari / nahu / 30 folder / 193 file / RM180
3) baikuniyah / mustolah hadis / 3 folder / 193 file / RM18
4) hasyiah bajuri / fekah / 87 folder / 674 file / RM522
5) fathul majid / tauhid / 30 folder / 187 file / RM180
6) hasyiah had hidi / tauhid / 30 folder / 220 file / RM180
7) jauharul maknun / balaghoh / 20 folder / 274 file / RM120
8) jawahirul kalamiyah / tauhid / 10 folder / 63 file / RM60
9) nuruzzolam / tauhid / 17 folder / 113 file / RM102
10 ) syarah syuzuzahab / nahu / 40 folder / 362 file / RM240
11) tuhfatul murid / tauhid / 60 folder / 524 file / RM360
12) syaikh kholid / nahwu / 27 folder / 154 file / RM162
13) hasyiah jamal / tafser dari surah azzumar - khatam / 98 folder / RM588
••••••●●●●•••••••••••••••
jawi / khatam / subjek / harga
1) addurunnafis / tasauf / RM90
2) aqidah najin / tauhid / RM240
3) bakurah / tauhid / RM30
4) mawaqifil marjan / tauhid / RM90
5) misbah / tauhid / RM30
6) mizan / tauhid / RM60
7) penawar bg hati / tasauf / RM60
8) addurusamin / tauhid / RM150
○●○●●●●●
Surah tafser (khatam)dari kitab Tafser Nurul Ihsan
surah addukhon RM6
surah al ahqaf RM12
surah al baqarah RM132
surah al hadid Rm18
surah al hijr RM12
surah al hujurat RM6
surah al imran RM66
surah al jaasiyah RM6
surah al kahfi RM30
surah al maidah RM48
surah al waqiah RM12
surah zuhruf RM30
surah yusuf RM30
surah yunus RM30
surah tur RM6
surah sad RM30
surah rakdu RM30
surah qaf RM12
surah najmi RM6
surah mujadalah RM6
surah muhammad RM12
surah maryam RM18
surah israk RM18
surah ibrahim RM18
surah hud RM30
surah ghofir RM30
surah fussilat RM18
surah fath RM12
surah azzumar RM30
surah azzariyat Rm10
surah taubah RM30
surah assyura RM30
surah assoffat RM30
surah arrahman RM12
surah annahli RM30
cara pembelian
1) membuat pesanan melalui whatsapp 0174519646
2) persetujuan bersama
3) pembayaran, nombor akaun akan diberikan
4) proses pengeposan, nyatakan nama, alamat serta nombor phone. nombor track dan resit akan dihantar melalui aplikasi whatsapp
5) tunggu ajelah😩😩 barang tu.
*pembelian mp3 melebihi RM1K percuma harsdisk 1TB

Wednesday, July 26, 2017

Akhir zaman ini banyak Orang-orang yang belum Mumpuni ilmu Agama Islam sudah berani Menghukumi suatu masalah berd

Akhir zaman ini banyak Orang-orang yang belum Mumpuni ilmu Agama Islam sudah berani Menghukumi suatu masalah berdasarkan pemikiran mereka sendiri yang mereka dapatkan dari terjemahan satu-dua Hadits Nabi tanpa memandang Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan Oleh para Ulama terdahulu.

Padahal keilmuan Orang-orang pada Zaman Akhir(kurun setelah Imam Empat Madzhab) sangat jauh dibanding para ulama terdahulu, orang-orang sekarang banyak yang tidak fair dalam menggunakan hadits, semangat dalam berfatwa hanya dengan beberapa hadits tapi mengabaikan Hadits-hadits lain yang jauh lebih harus dipertimbangkan, Hafal satu dua Hadits saja sudah Berikrar Menjadi Ustadz dan berani meng bid’ah-bid’ahkan suatu golongan Mayoritas, padahal Kalau kita lihat sejarah Para Ulama Salaf, mereka Hafal ratusan ribu Hadits akan tetapi mereka tetap bermadzhab dan menhukumi masalah berdasarkan ijtihad Imam Madzhab.

Jauh-jauh Hari para Ulama sudah memperingatkan kepada Umat untuk Berhati-hati dalam menyampaikan agama Islam, salah satunya yang disampaikan dalam Kitab Bughyatul Musytarsyidin Berikut Ini:

ـ (مسألة: ك): شخص طلب العلم، وأكثر من مطالعة الكتب المؤلفة من التفسير والحديث والفقه، وكان ذا فهم وذكاء، فتحكم في رأيه أن جملة هذه الأمة ضلوا وأضلوا عن أصل الدين وطريق سيد المرسلين ، فرفض جميع مؤلفات أهل العلم، ولم يلتزم مذهباً، بل عدل إلى الاجتهاد، وادّعى الاستنباط من الكتاب والسنة بزعمه، وليس فيه شروط الاجتهاد المعتبرة عند أهل العلم، ومع ذلك يلزم الأمة الأخذ بقوله ويوجب متابعته، فهذا الشخص المذكور المدَّعي الاجتهاد يجب عليه الرجوع إلى الحق ورفض الدعاوى الباطلة، وإذ طرح مؤلفات أهل الشرع فليت شعري بماذا يتمسك؟ فإنه لم يدرك النبي عليه الصلاة والسلام، ولا أحداً من أصحابه رضوان الله عليهم، فإن كان عنده شيء من العلم فهو من مؤلفات أهل الشرع، وحيث كانت على ضلالة فمن أين وقع على الهدى؟ فليبينه لنا فإن كتب الأئمة الأربعة رضوان الله عليهم ومقلديهم جلّ مأخذها من الكتاب والسنة، وكيف أخذ هو ما يخالفها؟ ودعواه الاجتهاد اليوم في غاية البعد كيف؟ وقد قال الشيخان وسبقهما الفخر الرازي: الناس اليوم كالمجمعين على أنه لا مجتهد، ونقل ابن حجر عن بعض الأصوليين: أنه لم يوجد بعد عصر الشافعي مجتهد أي: مستقل، وهذا الإمام السيوطي مع سعة اطلاعه وباعه في العلوم وتفننه بما لم يسبق إليه ادعى الاجتهاد النسبي لا الاستقلالي، فلم يسلم له وقد نافت مؤلفاته على الخمسمائة، وأما حمل الناس على مذهبه فغير جائز، وإن فرض أنه مجتهد مستقل ككل مجتهد ـ اهـ بغية المسترشدين ص ٦ المرجع الأكبر

‘’Ada orang orang yang pandai dan cerdas, banyak mempelajari kitab kitab karangan ulama salaf, baik itu tafsir, hadits, maupun ilmu fiqih, kemudian menghukumi suatu masalah dengan pendapatnya sendiri, maka orang yang seperti ini adalah orang yang sesat dan menyesatkan yang justru menjauhkan dari pokok agama yang benar dan jalan Pemimpin para Rasul yaitu Nabi Muhammad Saw.

Mereka menolak kitab kitab ulama salaf yang yang notabene adalah ahli ilmu, mereka menyuarakan tentang tidak wajibnya bermadzhab dan mengarahkan kepada pemahaman agama dari hasil ijtihadnya sendiri, mereka mengaku beristinbath(menggali Hukum) langsung kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman sendiri, sedang mereka tidak memenuhi kriteria syarat syarat berijtihad yang sudah masyhur bagi ahli ilmu, mereka mewajibkan masyarakat untuk mengikuti hasil ijtihad mereka
Maka untuk orang orang yang seperti diatas (yang mengaku ngaku berijtihad langsung / menggali hukum langsung dari Al-Qur'an dan Sunnah) wajib atas mereka bertaubat dan kembali kepada jalan kebenaran (sesuai pemahaman mayoritas ulama salaf) dan masyarakat wajb menolak ajakan mereka yang bathil.

Apabila kitab-kitab karangan para ulama salaf dikesampingkan (tidak dipakai), maka dengan apa seseorang memahami agama ini yang selanjutnya dipakai untuk pedoman hidup ?
Padahal dia tidak bertemu langsung dengan Nabiyyuna Muhaamad  SAW, juga tidak bertemu dengan para Sahabat Nabi ,
Bila kebetulan dia mempunyai sesuatu kitab karangan ulama salaf lalu dia mempelajarinya sendiri, lalu dalam proses memahami kitab tersebut dia salah pemahaman , maka kepada siapa dia akan minta petunjuk untuk membenarkan pemahamannya ? Silakan jelaskan kepada kami !

Sesungguhnya kitab kitab karya para Imam Agung empat Madzhab dan para ulama yang taqlid (mengikuti) kepada mereka, Sumbernya adalah Al-Qur'an dan Sunnah,
Bagaimana proses ijtihadnya sehingga menyelisihi pendapat pendapat mereka ?
Kenapa mereka mereka yang saat ini mengaku berijtihad langsung dan kembali kepada Al-Qur'an da Sunnah menghasilkan pendapat dan pemikiran yang sangat jauh dari para Imam Madzhab  yang empat diatas ?

Berkata Al-Imam Asy-Syaikhoni dan pendahulu mereka Al-Imam Al-Fakhrur Rozi : Orang-orang  zaman sekarang ini ibarat perkumpulan banyak orang hanya saja tidak ada mujtahid di dalamnya.

Syaikh Ibnu Hajar menuqil fatwa dari sebagian para Ahli Ushuluddin: Sesungguhnya setelah kurun masa Imam Syafi'i tidak ditemukan lagi seorangpun yang mencapai derajat mujtahid mustaqil (Mujtahid yang menggali langsung Al-Qur'an da Sunnah).

Contoh terdekat , Imam As-Suyuthi yang dikenal luas ilmunya dan mengusai berbagai fan ilmu, beliau berijtihad dengan nisbi (mengikuti pendapat dari Imam Syafi'i), bukan seorang mujtahid mustaqil, kenapa beliau tidak berani ? padahal kitab kitab karangan beliau sangat banyak , tidak kurang dari 500 (lima ratus) kitab .

Sesunguhnya orang orang yang menggali hukum sendiri seperti layaknya seorang mujtahid mustaqil dan menganggap hasil ijtihad mereka benar , hal itu tidak diperbolehkan, walaupun mereka memastikan bahwa mereka adalah seorang mujtahid mustaqil, seperti layaknya mujtahid zaman dahulu’’.

Bughyatul Mustarsyidin

Thursday, July 20, 2017

update produk bersiri (belum khatam) mp3 baba ismail sepanjang*

*update produk bersiri (belum khatam) mp3 baba ismail sepanjang*

nama kitab arab / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga (1 folder harga rm6)

1) syarah ibnu akil / nahwu / 35 folder / 425 file / RM210

2) azzawajir juz 1 / hadis / 36 folder / 230 file / RM216

3) azzawajir juz 2 / hadis / 64 folder / 554 file / RM384

4) hikam arab / tasauf / 39 folder / 246 file / RM234

5) mukhtasar tazkirah al qurtubi / hadis / 49 folder / 576 file / RM294

6) syarah al azkar / hadis / 70 folder / 488 file / RM420

7) syarqowi tahrir / fekah / 79 folder / 778 file / RM474

8) dalil falihin / hadis / 97 folder / 862 file / RM582

9) sowi bayan / alat / 2 folder /  20 file / RM12

○•○●●●●●●●○○

nama kitab arab / khatam / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga

1) hasyiah annafahat / usul fikh / 11 folder / 44 file / RM66

2) al azhari / nahu / 30 folder / 193 file / RM180

3) baikuniyah / mustolah hadis / 3 folder / 193 file / RM18

4) hasyiah bajuri / fekah / 87 folder / 674 file / RM522

5) fathul majid / tauhid / 30 folder / 187 file / RM180

6) hasyiah had hidi / tauhid / 30 folder / 220 file / RM180

7) jauharul maknun / balaghoh / 20 folder / 274 file / RM120

8) jawahirul kalamiyah / tauhid /  10 folder / 63 file / RM60

9) nuruzzolam / tauhid / 17 folder / 113 file / RM102

10 ) syarah syuzuzahab / nahu / 40 folder / 362 file / RM240

11) tuhfatul murid / tauhid / 60 folder / 524 file / RM360

12) syaikh kholid / nahwu / 27 folder / 154 file / RM162

13) hasyiah jamal / tafser dari surah azzumar - khatam / 98 folder / RM588

••••••●●●●•••••••••••••••

jawi / khatam / subjek / harga

1) addurunnafis / tasauf / RM90

2) aqidah najin / tauhid / RM240

3) bakurah / tauhid / RM30

4) mawaqifil marjan / tauhid / RM90

5) misbah / tauhid / RM30

6) mizan / tauhid / RM60

7) penawar bg hati / tasauf / RM60

8) addurusamin / tauhid / RM150

○●○●●●●●

Surah tafser (khatam)dari kitab Tafser Nurul Ihsan

surah addukhon RM6
surah al ahqaf RM12
surah al baqarah RM132
surah al hadid Rm18
surah al hijr RM12
surah al hujurat RM6
surah al imran RM66
surah al jaasiyah RM6
surah al kahfi RM30
surah al maidah RM48
surah al waqiah RM12
surah zuhruf RM30
surah yusuf RM30
surah yunus RM30
surah tur RM6
surah sad RM30
surah rakdu RM30
surah qaf RM12
surah najmi RM6
surah mujadalah RM6
surah muhammad RM12
surah maryam RM18
surah israk RM18
surah ibrahim RM18
surah hud RM30
surah ghofir RM30
surah fussilat RM18
surah fath RM12
surah azzumar RM30
surah azzariyat Rm10
surah taubah RM30
surah assyura RM30
surah assoffat RM30
surah arrahman RM12
surah annahli RM30

cara pembelian
1) membuat pesanan melalui whatsapp 0174519646

2) persetujuan bersama

3) pembayaran, nombor akaun akan diberikan

4) proses pengeposan, nyatakan nama, alamat serta nombor phone. nombor track dan resit akan dihantar melalui aplikasi whatsapp

5) tunggu ajelah���� barang tu.

*pembelian mp3 melebihi RM1K percuma harsdisk 1TB

Wednesday, July 19, 2017

Ayat empat



pejuang agama .. hendak lah berdoa banyak banyak tika berhadapan musuh Agama

antara doa buat amalan ialah ayat empat :

tiap ayat dibaca paling kurang 3 x lepas solat

sebaiknya 10 x

amat mujarab terumanya bagi mereka yg lemah seperti perempuan , org tua dan kurang upaya

petua yg saya dapat :

baca ketika musibah, terkena bencana atau ketika org nak buat inaya kepada kita

jangan putus baca dan jangan bercakap atau berkata kata (selain bacaan tersebut )sehinggalah terhenti bencana atau terhenti org yg nak buat inaya ...

baca wallahu gholibun 'ala amrih sebanyak banyak banyak untuk mengalah musuh ....

*** sebagai tambahan kepada aya tersebut baca satu ayat dari surah yaseen

وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

kemudian "

شاهت الوجوه
(syahatil wujuuh)
(Keji mereka itu )
**ambil pasir baling ke arah musuh ***
اللهم ارعب قلوبهم
Allahumma ar'ib qulubahum

(ya Allah gerunkanlah hati mereka )

*** Nabi membacanya tika perang badar

wallahu a'lam

mujarab

Monday, July 17, 2017

Pengajaran itu diambil dari lafaznya yang umum, bukan dengan sebab khususnya sesuatu ayat itu diturunkan

Pendapat jamhur-al-ulama ialah :
العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب
yang maksudnya ialah:
“Pengajaran itu diambil dari lafaznya yang umum, bukan dengan sebab khususnya sesuatu ayat itu diturunkan oleh Allah SWT."
 

Friday, July 14, 2017

BERADABLAH DALAM MENASIHATI

BERADABLAH DALAM MENASIHATI

Suatu hari ada seorang yang menasihati kepada orang yang lain tetapi cara menasihatinya adalah kasar maka orang yang dinasihati itu berkata kepada orang yang menasihati berkata "Wahai Fulan! Kamu ini tidak lebih baik daripada Nabi Musa عليه السلام dan saya pun tidak lebih teruk daripada Firaun.

Nabi Musa عليه السلام yang mendapat gelaran "Kalammullah". Allah سبحانه  وتعالى  pernah mengatakan kepada Nabi Musa عليه السلام untuk pergi kepada Firaun dan menasihati kepada Firaun dengan firman yang bermaksud "Katakanlah, sampaikanlah kepada Firaun dengan lemah lembut agar supaya Firaun itu dapat menerima apa yang disampaikan dan mengambil iktibar."

Ini Nabi Musa عليه السلام lebih baik daripada engkau, Allah suruh beliau(Nabi Musa) untuk menyampaikan nasihat dengan kata-kata yang lemah lembut. Saya pun tidak seteruk Firaun. Saya tidak mengatakan saya Tuhan seperti Firaun yang mengatakan beliau itu Tuhan dan saya juga Islam maka hendaklah kamu beradab ketika menasihati.

Kamu tidak lebih baik daripada Nabi Musa عليه السلام dan saya juga tidak lebih teruk daripada Firaun." Nabi Muhammad ﷺ meletakkan satu konsep di dalam kita berdakwah kepada orang lain untuk membawa kepada Allah سبحانه  وتعالى mengikut acuan Ahlus Sunnah Wal Jamaah di dalam keyakinannya dan juga di dalam penyampaiannya dalam mengajak orang lain kepada Allah سبحانه  وتعالى

Konsep nasihat yang di bawa oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah mengajak orang lain memperkukuhkan keimanannya kepada Allah, mengajak orang lain berpegang kepada kitab Allah , menyeru orang lain untuk mengasihi kepada Rasulullah ﷺ menyeru orang lain untuk taat kepada Wali-Wali Allah dan juga menasihati antara satu sama lain untuk meraih kebaikan.

#MutiaraKata[ABUYA SAYYID DR. AHMAD BIN  MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI HAFIDZOHULLAH]

#thecapal

FB: The Capal

Thursday, July 13, 2017

mp3 baba ismail sepanjang*

Studio 181
*update produk bersiri (belum khatam) mp3 baba ismail sepanjang*

nama kitab arab (bersiri) / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga (1 folder rm6)

1) syarah ibnu akil /  nahwu / 35 folder / 425 file / RM210

2) azzawajir juz 1 / hadis / 36 folder / 230 file / RM216

3) azzawajir juz 2 / hadis / 64 folder / 554 file / RM384

4) hikam arab / tasauf / 39 folder / 246 file / RM234

5) mukhtasar tazkirah al qurtubi / hadis / 49 folder / 576 file / RM294

6) syarah al azkar / hadis / 70 folder / 488 file / RM420

7) syarqowi tahrir / fekah / 79 folder / 778 file / RM474

8) dalil falihin / hadis / 97 folder / 862 file / RM582

9) sowi bayan / alat / 2 folder /  20 file / RM12

○•○●●●●●●●○○

nama kitab arab (khatam) / subjek / bilangan folder / jumlah file / harga

1) hasyiah annafahat / usul fikh / 11 folder / 44 file / RM66

2) al azhari / nahu / 30 folder / 193 file / RM180

3) baikuniyah / mustolah hadis / 3 folder / 193 file / RM18

4) hasyiah bajuri / fekah / 87 folder / 674 file / RM522

5) fathul majid / tauhid / 30 folder / 187 file / RM180

6) hasyiah had hidi / tauhid / 30 folder / 220 file / RM180

7) jauharul maknun / balaghoh / 20 folder / 274 file / RM120

8) jawahirul kalamiyah / tauhid /  10 folder / 63 file / RM60

9) nuruzzolam / tauhid / 17 folder / 113 file / RM102

10 ) syarah syuzuzahab / nahu / 40 folder / 362 file / RM240

11) tuhfatul murid / tauhid / 60 folder / 524 file / RM360

12) syaikh kolid / nahwu / 27 folder / 154 file / RM162

13) hasyiah jamal / tafser dari surah azzumar - khatam / 98 folder / RM588

••••••●●●●•••••••••••••••
kitab jawi khatam / subjek / harga

1) addurunnafis / tasauf / RM90

2) aqidah najin / tauhid / RM240

3) bakurah / tauhid / RM30

4) mawaqifil marjan / tauhid / RM90

5) misbah / tauhid / RM30

6) mizan azzarari / tauhid / RM60

7) penawar bg hati / tasauf / RM60

8) addurusamin / tauhid / RM150

○●○●●●●●

Surah2 tafser khatam dari kitab Tafser Nurul Ihsan

surah addukhon RM6
surah al ahqaf RM12
surah al baqarah RM132
surah al hadid Rm18
surah al hijr RM12
surah al hujurat RM6
surah al imran RM66
surah al jaasiyah RM6
surah al kahfi RM30
surah al maidah RM48
surah al waqiah RM12
surah azzuhruf RM30
surah yusuf RM30
surah yunus RM30
surah attur RM6
surah sad RM30
surah arrakdu RM30
surah qaf RM12
surah annajmi RM6
surah mujadalah RM6
surah muhammad RM12
surah maryam RM18
surah israk RM18
surah ibrahim RM18
surah hud RM30
surah ghofir RM30
surah fussilat RM18
surah fath RM12
surah azzumar RM30
surah azzariyat Rm10
surah taubah RM30
surah assyura RM30
surah assoffat RM30
surah arrahman RM12
surah annahli RM30

cara pembelian
1) membuat pesanan whatsapp 0174519646 serta persetujuan bersama

2) membuat pembayaran (nombor akaun akan diberikan)

3) proses pengeposan, nyatakan nama, alamat serta nombor phone. nombor track dan resit akan dihantar melalui aplikasi whatsapp

4) tunggu ajelah���� barang tu.

*pembelian mp3 melebihi RM1K percuma hardisk 1TB

Pelihara anjing - dr. Zakir Naik

Terdapat Khilaf didalam permasaalahan anjing ini KERANA pengharaman secara MUTLAK keatas haiwan itu TIDAK dinyatakan dengan Jelas sama ada didalam Al-Quran mahupun Hadis. MALAH didalam Hadis sememangnya Anjing adalah Haiwan peneman buruan umat manusia dahulu.. Termasuk Rasullullah shallallahualaihiwasallam juga. (Rujuk Hadis Bulughul Maram perihal berburu,hadis no 1342) * dibawah)

Para ulama sepakat bahawa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud tertentu seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga dan selain dari itu yang sama maksudnya adalah tidak dilarang oleh Islam.
Ulama Malikiyah berpendapat bahawa terlarang (makruh) memanfaatkan anjing selain untuk menjaga tanaman, haiwan ternak atau sebagai anjing buruan. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai bolehnya memelihara anjing untuk selain maksud tadi. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 25/124)
Mengenai larangan memelihara anjing terdapat dalam hadis dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahualaihiwasalam, Nabi s.a.w bersabda:

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
“Barang siapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga haiwan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth”
-HR Muslim no 1575 (Menurut Ath Thibiy, satu qiroth adalah semisal dengan gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149).
Dari Ibnu ‘Umar, Rasullullah s.a.w juga bersabda:

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ
“Barang siapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga haiwan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth.”
-HR Bukhari no 5480 dan Muslim no 1574

Dalam Bulughul Marom disebutkan hadits no 1341 sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – “مَنِ اتَّخَذَ كَلْباً, إِلَّا كَلْبَ مَاشِيَةٍ, أَوْ صَيْدٍ, أَوْ زَرْعٍ, اِنْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ” – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, ia berkata, Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda, “Barang siapa memanfaatkan anjing SELAIN sebagai haiwan untuk menjaga haiwan ternak, untuk berburu, maka pahalanya berkurang setiap harinya satu qiroth.”
-HR Bukhari 2322 dan Muslim no 58, 1575 (Muttafaqun ‘alaih)

Secara ringkasnya berdasarkan hadis2 diatas maka boleh difahami bahawa anjing boleh dimanfaatkan dengan perkara2 tertentu seperti menjadi kan anjing tersebut sebagai haiwan berburu, ternakan, ladang dan perkara2 yang bermanfaat lain2nya dengan memberikan anjing itu latihan dan mengajarkannya.Dan ini bertepatan untuk menjelaskan ayat Al-Quran dimana ALLAH azzawajalla berfirman:

أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ
“Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.”
-Surah Al Maidah Ayat 4
 
Adapun maksud memanfaatkan anjing untuk menjaga umah ianya boleh diambil pendapat yang telah dijelaskan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah, Beliau pernah berkata:

وَإِنْ اقْتَنَاهُ لِحِفْظِ الْبُيُوتِ ، لَمْ يَجُزْ ؛ لِلْخَبَرِ .وَيَحْتَمِلُ الْإِبَاحَةَ .وَهُوَ قَوْلُ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ ؛ لِأَنَّهُ فِي مَعْنَى الثَّلَاثَةِ ، فَيُقَاسُ عَلَيْهَا .وَالْأَوَّلُ أَصَحُّ ؛ لِأَنَّ قِيَاسَ غَيْرِ الثَّلَاثَةِ عَلَيْهَا ، يُبِيحُ مَا يَتَنَاوَلُ الْخَبَرُ تَحْرِيمَهُ . قَالَ الْقَاضِي : وَلَيْسَ هُوَ فِي مَعْنَاهَا ، فَقَدْ يَحْتَالُ اللِّصُّ لِإِخْرَاجِهِ بِشَيْءِ يُطْعِمُهُ إيَّاهُ ، ثُمَّ يَسْرِقُ الْمَتَاعَ .
“Maksud tidak boleh itu (anjing digunakan untuk menjaga rumah dari pencurian) adalah menurut pendapat yang kuat berdasarkan maksud hadis (tentang larangan memelihara anjing). Dan memang ada pula ulama yang memahami ianya dibolehkan, Iaitu pendapat ulama Syafi’iyah (Pendapat ulama2 didalam mazhab Syafi'i). Kerana ulama Syafi’iyah menyatakan anjing dengan maksud menjaga rumah termasuk dalam tiga maksud yang dibolehkan, mereka simpulkan dengan cara qiyas (mengaitkan). Namun pendapat pertama yang mengatakan tidak boleh, itu yang lebih tepat. Kerana selain tiga tujuan tadi, tetap dilarang. Al Qodhi mengatakan, “Hadis tersebut tidak mengandung makna bolehnya memelihara anjing untuk tujuan menjaga rumah. Kerana berkemungkinan si pencuri akan melakukan apa sahaja untuk melakukan aktivitinya dengan pelbagai cara untuk mengabui anjing atau mengumpan nya dengan makanan pada anjing tersebut, lalu setelah itu pencuri tadi mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah”. (Al Mughni, 4/324)

Walaupun sebagian ulama membolehkan agar anjing boleh dimanfaatkan untuk menjaga rumah,namun itu adalah pendapat yang lemah yang menyelisihi hadis yang telah dikemukakan di atas.

Adapun didalam soal anjing penjaga rumah ini jelas terdapat khilaf dari para ulama dimana berdasarkan hadis2 yang banyak ianya jelas anjing hanya menjadi 'rakan' untuk berburu. DAN pendapat ini menjadi hujah akan lemahnya pendapat agar anjing dibolehkan menjaga rumah. Dan anjing2 yang dijadikan haiwan pembantu buruan juga dijelaskan oleh Rasullullah shallallahualaihiwasallam secara detail akan tatacara nya.Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahuanhu, ia berkata, Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda:

“إِذَا أَرْسَلَتَ كَلْبَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اَللَّهِ, فَإِنْ أَمْسَكَ عَلَيْكَ فَأَدْرَكْتَهُ حَيًّا فَاذْبَحْهُ, وَإِنْ أَدْرَكْتَهُ قَدْ قُتِلَ وَلَمْ يُؤْكَلْ مِنْهُ فَكُلْهُ, وَإِنْ وَجَدْتَ مَعَ كَلْبِكَ كَلْبًا غَيْرَهُ وَقَدْ قُتِلَ فَلَا تَأْكُلْ: فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَيَّهُمَا قَتَلَهُ, وَإِنْ رَمَيْتَ سَهْمَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اَللَّهِ, فَإِنْ غَابَ عَنْكَ يَوْماً, فَلَمْ تَجِدْ فِيهِ إِلَّا أَثَرَ سَهْمِكَ, فَكُلْ إِنْ شِئْتَ, وَإِنْ وَجَدْتَهُ غَرِيقاً فِي اَلْمَاءِ, فَلَا تَأْكُلْ” – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ
“Jika engkau ingin melepas anjing (pemburu yang telah dilatih), maka ucapkanlah ‘bismillah’. Jika ia menangkap sesuatu untukmu, lalu engkau mendapati hasil buruan tersebut dalam keadaan hidup, maka sembelihlah. Jika engkau mendapati hasil buruan tersebut dibunuh oleh anjing buruan itu dan ia tidak memakannya, maka makanlah hasil buruan tersebut. Jika engkau mendapati anjingmu bersama anjing lain dan haiwan buruan tersebut sudah ia bunuh, maka janganlah memakannya kerana engkau tidaklah tahu siapa yang membunuh haiwan buruan tersebt.
*(Bulughul Marom perihal berburu,hadis no 1342)

*(Lafaz disahih Muslim/Bukhari)Jika engkau melepas panahmu, maka sebutlah bismillah. Jika ia hilang darimu sehari, lalu engkau tidak dapati padanya kecuali panahmu saja, maka makanlah haiwan buruan tersebut jika engkau mahu. Jika engkau mendapatinya mati tenggelam di air, maka janganlah memakannya.” Muttafaqun ‘alaih, lafazh ini adalah lafazh Muslim. (HR Bukhari no 5484 dan Muslim no 1929).

Adapun adalah satu perkara yang jelas TIDAK dibenarkan anjing memasuki rumah atas keharamannya diambil kira dari perihal batalnya solat sekiranya anjing(hitam) melintasi dihadapan orang yang solat (Rujuk hadis Ahmad dan An Nasa’i) maka dengan larangan agar JANGAN dilintasi oleh Anjing dihadapan ketika sedang solat menunjukkan jawapan bagi haramnya meletakkan anjing dirumah apalagi membelanya sebagai haiwan peliharaan.Hal ini juga terdapat dialam beberapa hadis diantaranya:

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ تَمَاثِيلَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Ibnu Abbas berkata, Aku mendengar (Abu Thalhah) berkata katanya, Aku mendengar Rasulullah shallallahualaihiwasallambersabda: "Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada anjing dan gambarnya."
-HR Tirmidzi No 2728 (sahih)

Didalam Hadis lain berbunyi:

حَدَّثَنَا سُوَيْدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ حَدَّثَنَا مُجَاهِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ أَتَيْتُكَ الْبَارِحَةَ فَلَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَكُونَ دَخَلْتُ عَلَيْكَ الْبَيْتَ الَّذِي كُنْتَ فِيهِ إِلَّا أَنَّهُ كَانَ فِي بَابِ الْبَيْتِ تِمْثَالُ الرِّجَالِ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ قِرَامُ سِتْرٍ فِيهِ تَمَاثِيلُ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ كَلْبٌ فَمُرْ بِرَأْسِ التِّمْثَالِ الَّذِي بِالْبَابِ فَلْيُقْطَعْ فَلْيُصَيَّرْ كَهَيْئَةِ الشَّجَرَةِ وَمُرْ بِالسِّتْرِ فَلْيُقْطَعْ وَيُجْعَلْ مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ مُنْتَبَذَتَيْنِ يُوطَآَنِ وَمُرْ بِالْكَلْبِ فَيُخْرَجْ فَفَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ ذَلِكَ الْكَلْبُ جَرْوًا لِلْحَسَنِ أَوْ الْحُسَيْنِ تَحْتَ نَضَدٍ لَهُ فَأَمَرَ بِهِ فَأُخْرِجَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي طَلْحَةَ
Jibril datang kepadaku(Rasullullah s.a.w), kemudian dia berkata, Sesungguhnya tadi malam aku datang kepadamu dan tak ada yg menghalangiku (dari) masuk menemuimu dalam rumah yg kamu berada, kecuali kerana (adanya) pada pintu rumah gambar seorang lelaki, dan di dalam rumah ada tabir(langsir) tipis yg bergambar dan ada anjingnya, perintahkan(lah) agar kepala gambar-gambar yg ada di pintu itu diptong dan jadikan seperti bentuk pohon, perintahkan agar tabir itu dipotong kemudian dijadikan dua bantal yg di hamparkan dan di jadikan tempat sandaran serta perintahkan agar anjing itu dikeluarkan dari rumah. Lalu Rasulullah s.a.w melakukannya, anjing itu adlah anak anjing yg di jadikan mainan untuk Hasan dan Husain, kemudian Rasulullah memerintahkan supaya anjing tersebut di keluarkan.
-HR. Tirmidzi No 2730
(Abu Isa berkata; Hadis ini hasan sahih dan dalam bab ini, ada juga hadis dari 'Aisyah & Abu Thalhah)

Moga dengan penjelasan dari dalil2 diatas secara ringkasnya ini dapat memberikan serba sedikit gambaran perihal hukum hakam memelihara anjing. Adapun perbahasan dan dalil2nya amat luas. Disarankan agar pengunjung2 semua boleh merujuk kepada ustaz2 hadis,artikel2 dan tulisan2 selainnya juga.

Wallahuallamm..!

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1315718921880512&id=825964334189309

Tuesday, July 11, 2017

org tak mahu berdoa ialah org yg sombong takabbur

org tak mahu berdoa ialah org yg sombong takabbur !:

سُوۡرَةُ المؤمن / غَافر

وَقَالَ رَبُّڪُمُ ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِى سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)

Surah Ghafir

Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina. (60)

سُوۡرَةُ المؤمنون

وَلَقَدۡ أَخَذۡنَـٰهُم بِٱلۡعَذَابِ فَمَا ٱسۡتَكَانُواْ لِرَبِّہِمۡ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ (٧٦) حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَابً۬ا ذَا عَذَابٍ۬ شَدِيدٍ إِذَا هُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ (٧٧)
Surah Al-Mumenoon

Dan sesungguhnya Kami telah menimpakan mereka dengan azab (di dunia), maka mereka tidak juga tunduk patuh kepada Tuhan mereka dan tidak pula berdoa kepadaNya dengan merendah diri (serta insaf dan bertaubat). (76)
Sehingga apabila Kami bukakan kepada mereka sebuah pintu yang menyebabkan azab yang berat, maka mereka serta-merta berputus asa dengan sebabnya dari mendapat sebarang kebaikan. (77)

سُوۡرَةُ الفُرقان

قُلۡ مَا يَعۡبَؤُاْ بِكُمۡ رَبِّى لَوۡلَا دُعَآؤُڪُمۡ‌ۖ فَقَدۡ كَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ يَڪُونُ لِزَامَۢا (٧٧)

Surah Al-Furqan

Katakanlah (wahai Muhammad kepada golongan yang ingkar): Tuhanku tidak akan menghargai kamu kalau tidak adanya doa ibadat kamu kepadaNya; (apabila kamu telah mengetahui bahawa Tuhanku telah menetapkan tidak menghargai seseorang pun melainkan kerana doa ibadatnya) maka sesungguhnya kamu telahpun menyalahi (ketetapan Tuhanku itu); dengan yang demikian, sudah tentu balasan azab (disebabkan kamu menyalahi itu) akan menimpa kamu. (77)

سُوۡرَةُ النَّمل

أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُڪُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ۬ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ قَلِيلاً۬ مَّا تَذَڪَّرُونَ (٦٢) أَمَّن يَهۡدِيڪُمۡ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَىۡ رَحۡمَتِهِۦۤ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ۬ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ تَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ (٦٣)

Surah Al-Naml

Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila dia berdoa kepadaNya dan yang menghapuskan kesusahan, serta menjadikan kamu pengganti (umat-umat yang telah lalu) mendiami dan menguasai bumi? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Amat sedikit di antara kamu yang mengingati (nikmat Allah itu). (62)

Atau siapakah yang menunjukkan jalan kepada kamu dalam gelap-gelita darat dan laut dan yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang menggembirakan sebelum kedatangan rahmatNya? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Maha Tinggilah keadaan Allah dari apa yang mereka sekutukan denganNya. (63)

سُوۡرَةُ القَصَص

فَخَرَجَ مِنۡہَا خَآٮِٕفً۬ا يَتَرَقَّبُ‌ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٢١)

Surah Al-Qasas

Musa pun keluarlah dari negeri itu dalam keadaan cemas sambil memerhatikan (berita mengenai dirinya) serta berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku, selamatkanlah daku dari kaum yang zalim. (21)

سُوۡرَةُ السَّجدَة

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّہُمۡ خَوۡفً۬ا وَطَمَعً۬ا وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (١٦) فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ (١٧)

Surah As-Sajda

Mereka merenggangkan diri dari tempat tidur, (sedikit sangat tidur, kerana mengerjakan sembahyang tahajud dan amal-amal soleh); mereka sentiasa berdoa kepada Tuhan mereka dengan perasaan takut (akan kemurkaanNya) serta dengan perasaan ingin memperolehi lagi (keredaanNya) dan mereka selalu pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepada mereka. (16)

Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan menggembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan. (17)

سُوۡرَةُ المؤمن / غَافر

ٱلَّذِينَ يَحۡمِلُونَ ٱلۡعَرۡشَ وَمَنۡ حَوۡلَهُ ۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّہِمۡ وَيُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَا وَسِعۡتَ ڪُلَّ شَىۡءٍ۬ رَّحۡمَةً۬ وَعِلۡمً۬ا فَٱغۡفِرۡ لِلَّذِينَ تَابُواْ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ وَقِهِمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ (٧)

رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّـٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمۡ وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕهِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ (٨) وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ فَقَدۡ رَحِمۡتَهُ ۥۚ وَذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (٩)

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنَادَوۡنَ لَمَقۡتُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُ مِن مَّقۡتِكُمۡ أَنفُسَڪُمۡ إِذۡ تُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلۡإِيمَـٰنِ فَتَكۡفُرُونَ (١٠)

Surah Ghafir

Malaikat yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya, bertasbih memuji TuhanNya dan beriman kepadaNya; serta mereka memohon ampun bagi orang-orang yang beriman (dengan berdoa merayu): Wahai Tuhan kami! RahmatMu dan IlmuMu meliputi segala-galanya; maka berilah ampun kepada orang-orang yang bertaubat serta menurut jalanMu dan peliharalah mereka dari azab Neraka. (7)

Wahai Tuhan kami! Dan masukkanlah mereka ke dalam Syurga "Adn" yang Engkau telah janjikan kepada mereka dan (masukkanlah bersama-sama mereka): Orang-orang yang layak di antara ibu bapa mereka dan isteri-isteri mereka, serta keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (8)

Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan-kejahatan (yang dilakukannya) dan (sebenarnya) sesiapa yang Engkau pelihara pada hari itu dari terkena (balasan) kejahatan-kejahatan (yang dilakukannya) maka sesungguhnya Engkau telah mengurniakan rahmat kepadanya dan yang demikian itulah kemenangan yang besar (nilainya). (9)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir akan dipanggil dan dikatakan kepada mereka (pada hari kiamat): Demi sesungguhnya! Kebencian Allah (kepada kamu) lebih besar daripada kebencian kamu kepada diri sendiri, (sebabnya kerana) semasa kamu diseru dan diajak (di dunia dahulu) supaya beriman, (kamu enggan dan menolak), lalu kamu terus berkeadaan kufur. (10

سُوۡرَةُ المؤمن / غَافر

وَقَالَ رَبُّڪُمُ ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِى سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)

Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina. (60)

سُوۡرَةُ الشّوریٰ

تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٲتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِن فَوۡقِهِنَّ‌ۚ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّہِمۡ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥)

Surah Ash-Shura

Alam langit nyaris-nyaris pecah dari sebelah atasnya (kerana ngeri dan takutnya kepada kemurkaan Allah terhadap penduduk bumi yang lupakan kebesaran Allah sehingga menyeleweng dari jalan yang benar) dan malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohon ampun bagi makhluk-makhluk yang ada di bumi. Ingatlah! Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (5)

سُوۡرَةُ الشّوریٰ

وَيَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦ‌ۚ وَٱلۡكَـٰفِرُونَ لَهُمۡ عَذَابٌ۬ شَدِيدٌ۬ (٢٦)

Surah Ash-Shura

Dan Dia memperkenankan doa permohonan orang-orang yang beriman serta beramal soleh dan Dia menambahi mereka dari limpah kurniaNya (selain dari yang mereka pohonkan) dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir, disediakan bagi mereka azab seksa yang seberat-beratnya. (26)

سُوۡرَةُ الاٴنفَال

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةً۬ فَٱثۡبُتُواْ وَٱذۡڪُرُواْ ٱللَّهَ ڪَثِيرً۬ا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ (٤٥) وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ وَلَا تَنَـٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡ‌ۖ وَٱصۡبِرُوٓاْ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (٤٦)

Surah Al-Anfal

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). (45) Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar. (46)

سُوۡرَةُ یُونس

هُوَ ٱلَّذِى يُسَيِّرُكُمۡ فِى ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمۡ فِى ٱلۡفُلۡكِ وَجَرَيۡنَ بِہِم بِرِيحٍ۬ طَيِّبَةٍ۬ وَفَرِحُواْ بِہَا جَآءَتۡہَا رِيحٌ عَاصِفٌ۬ وَجَآءَهُمُ ٱلۡمَوۡجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ۬ وَظَنُّوٓاْ أَنَّہُمۡ أُحِيطَ بِهِمۡ‌ۙ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَٮِٕنۡ أَنجَيۡتَنَا مِنۡ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ (٢٢)

Surah Yunus

Dialah yang menjalankan kamu di darat dan di laut (dengan diberi kemudahan menggunakan berbagai jenis kenderaan); sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik dan mereka pun bersukacita dengannya; tiba-tiba datanglah kepadanya angin ribut yang kencang dan mereka pula didatangi ombak menimpa dari segala penjuru, serta mereka percaya bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadaNya semata-mata (sambil merayu dengan berkata): Demi sesungguhnya! jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami tetap menjadi orang-orang yang bersyukur. (22)

سُوۡرَةُ الاٴنبیَاء

۞ وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُ ۥۤ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٲحِمِينَ (٨٣)

فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُ ۥ فَكَشَفۡنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ۬‌ۖ وَءَاتَيۡنَـٰهُ أَهۡلَهُ ۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةً۬ مِّنۡ عِندِنَا وَذِڪۡرَىٰ لِلۡعَـٰبِدِينَ (٨٤)

Surah Al-Anbiya

Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani. (83)

Maka Kami perkenankan doa permohonannya, lalu Kami hapuskan penyakit yang menimpanya, serta Kami kurniakan kepadanya: Keluarganya, dengan seganda lagi ramainya, sebagai satu rahmat dari Kami dan sebagai satu peringatan bagi orang-orang yang taat kepada Kami (supaya bersabar dan mendapat balasan baik). (84)

سُوۡرَةُ الحَشر

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِى قُلُوبِنَا غِلاًّ۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ (١٠)

Surah Al-Hashr

Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan) berkata: Wahai Tuhan Kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah belas kasihan dan rahmatMu. (10)

***Ini lah dalil dituntut berdoa kepada arwah yang mukmin yang telah meninggalkan kita

سُوۡرَةُ الشّوریٰ

وَيَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦ‌ۚ وَٱلۡكَـٰفِرُونَ لَهُمۡ عَذَابٌ۬ شَدِيدٌ۬ (٢٦)

Surah Ash-Shura

Dan Dia memperkenankan doa permohonan orang-orang yang beriman serta beramal soleh dan Dia menambahi mereka dari limpah kurniaNya (selain dari yang mereka pohonkan) dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir, disediakan bagi mereka azab seksa yang seberat-beratnya. (26)

** Inilah dalil tertib berdoa. Hendaklah berdoa serta / selepas berbuat amal ibadat ( beramal soleh )

Dalam berdoa kepada Allah Ta’ala itu ada sepuluh adab iaitu:

(1) Sebaik-baiknya, ia memilih waktu-waktu yang mulia untuk memanjatkan doanya ke hadrat Allah Ta’ala. Misalnya di waktu wukuf di Hari Arafah setahun sekali, atau pada bulan Ramadhan di antara bulan-bulan yang lain. Atau pada hari Jum’at dari hari-hari yang lain dalam masa seminggu dan di waktu tengah malam dalam masa malam hari. Allah telah berfirman:

“Dan pada waktu-waktu tengah malam, mereka memohon keampunan.”

(as-Zariat: 18)

(2) Hendaklah ia mencari ketika dan keadaan yang baik, seperti masa berkecamuknya barisan-barisan hadapan pada sabiullah (peperangan untuk meninggikan syiar Allah), dan pada masa turunnya hujan lebat (di negara yang sukar dituruni hujan) dan pada masa mendirikan sembahyang-sembahyang fardhu dan sesudahnya dan masa-masa di antara azan dan iqamah, dan pada ketika bersujud dalam masa sembahyang. Pendekata dikira mulianya sesuatu waktu itu kembali kepada kemuliaan keadaannya. Misalnya di waktu tengah malam, ketika itu hati sedang dalam keadaan bersih suci dan ikhlas serta terjatuh daripada segala perkara yang meruncingkannya. Begitu juga waktu di Hari Arafah dan pada hari Jum’at, ketika itu seluruh perhatian sedang berkumpul dan hati sedang tolong-menolong pada mencapai kerahmatan yang menyeluruh dari Allah azzawajalla.

(3) Hendaklah menghadapkan mukanya ke arah kiblat ketika memohonkan sesuatu doa, mengangkat tinggi kedua belah tangan sehingga boleh terlihat bahagian ketiak, kemudian selesai berdoa, ia pun menyapu kedua belah tangan itu ke muka.

Berkata Umar Ibnul-Khattab r.a: Seringkali Rasulullah s.a.w ketika mengangkat kedua belah tangannya waktu berdoa tidak meleraikannya melainkan sesudah disapukan dengan kedua belah tangan itu kewajahnya.

Ibnul Abas pula berkata: Biasanya bila Rasulullah s.a.w berdoa dirapatkan kedua belah tapan tangannya dan dijadikan bahagian dalam tapak tangan itu bersetentangan dengan wajahnya. Demikianlah cara-cara tangan itu ketika dalam berdoa dan baginda tidak pula mengangkatkan pemandangannya ke arah langit.

(4) Hendaklah merendahkan suara antara perlahan dan kuat. Siti Aisyah berkata dalam memberikan penerangan tentang maksud ayat berikut:

“Dan janganlah engkau mengangkkat suaramu di dalam sembahyang dan jangan pula merendahkannya sangat.” (al-Isra’ 110)

Kata Siti Aisyah maksudnya ialah ketika membaca doa-doanya: Allah s.w.t telah memuji Nabi Zakaria a.s. dengan firmanNya:

“Ketika ia menyeru Tuhannya dengan seruan perlahan-lahan.”

(Maryam: 3)

Firman Allah Ta’ala lagi:

“Serulah Tuhan kamu dengan merendahkan diri dan suara perlahan-lahan.” (al-A’raf: 55)

(5) Janganlah sampai ia memaksa-maksakan dirinya dalam berdoa dengan bersajak-sajak. Sebaik-baiknya janganlah sampai malampaui doa-doa ma’tsurah (doa-doa yang dihafal dari Rasulullah s.a.w.) sebab dikhuatiri ia akan melampaui batas di dalam doanya, lalu ia meminta apa yang tak patut dimintanya. Perlu diketahui bahwa bukan semua orang pandai menyusun doa terhadap Allah s.w.t.

(6) Hendaklah ia berdoa dengan penuh perasaan rendah diri, penuh kekhusyu’an, penuh harapan dan kecenderungan dan juga penuh ketakutan.

Allah telah berfirman:

“Serulah Tuhan kamu dengan merendah diri dan suara perlahan-lahan.” (al-A’raf: 55)

(7) Hendaklah bersikap tetap d dalam doanya dan meyakini bahwa doanya itu akan di kabulkan oleh Allah s.w.t. serta membenarkan harapannya itu. Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Janganlah seseorang kamu berkata ketika berdoa: Ya Allah! Ya Tuhanku! Ampunilah aku jika Engkau menghendaki! Atau berkata: Ya Allah! Ya Tuhanku! Rahmatilah aku jika Engkau menghendaki Malah hendaklah menguatkan keazaman dalam doanya itu, kerana Allah tiada pernah di paksa atas pengabulan doa.

Berkata Rasulullah s.a.w

“Bila seseorang kamu berdoa, hendaklah ia memperbesarkan permohonannya, sebab tiada sesuatu pun yang dianggap besar di hadrat Allah s.w.t.

Bersabda lagi Rasulullah s.a.w.

“Berdoalah kepada Allah sedangkan kamu penuh keyakinan akan dikabulkan permintaan kamu itu dan ketahuilah bahwasanya Allah azzawajalla tidak akan mengabulkan doa orang yang lalai hatinya.”

(8) Hendaklah ia bersungguh-sungguh dan jangan berputus asa dalam doanya. Dan sebaik-baiknya diulang-ulangkan sampai tiga kali, dan jangan sampai merasa terlalu lambat menerima pengabulan.

(9) Hendaklah ia memulakan doanya dengan sebutan nama Allah dan janganlah sekali-kali memulakan dengan permintaan dulu. Sesudah menyebut nama Allah disebut pula salawat atas Nabi s.a.w. dan menutup doanya juga dengan sebutan salawat atas Rasulullah s.a.w juga.

(10) Mengerjakan adab kebatinan dan itulah punca pengabulan dalam semua doa; iaitu bertaubat dan menghentikan segala macam penganiayaan serta menuju kepada Allah azzawajalla dengan sepenuh hati dan perasaan. Yang demikian itu adalah sebab yang paling hampir kepada terkabulnya segala permintaan.