Inilah Jalan Sufi Headline Animator

Whatsap Saya

Pencerahan Bid'ah

Friday, December 19, 2014

Waspadalah! Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Penjahat Besar Bagi Ummat Islam!

Waspadalah! Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Penjahat Besar Bagi Ummat Islam!
Sebagai seorang Muslim, maukah anda menjadi Penjahat Besar bagi ummat Islam? Pastinya anda tidak mau kan? Tapi secara tidak sadar selama ini mungkin anda sudah termasuk bagian dari Penjahat-penjahat Besar terhadap Ummat Islam. Cobalah teliti apakah anda termasuk orang yang punya hobby mempermasalahkan amal-amal shalih Ummat Islam? Misalnya, apakah anda termasuk yang gemar meneriaki muslimin yang sedang baca surat Yasin di malam jum’at sebagai Ahli Bid’ah sesat dan masuk neraka?

Banyak isu-isu bid’ah yang disebarkan di tengah ummat Islam yang kesemuanya menimbulkan fitnah terhadap Umat Islam dan ajaran Islam. Gara-gara itu yang mubah jadi haram bahkan yang halal pun jadi haram, inilah fitnah kepada Islam dan sekaligus menjadi kejahatan terbesar. Pernyataan ini bukan ngawur lho, sebab yang mengatakan demikian adalah Rasulullah Saw.

Mari kita simak dan hayati perkataan Rasul Saw berikut ini….
قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ (صحيح البخاري) Sabda Rasulullah saw : “Sebesar-besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)

Setelah mengetahui ucapan Rasulullah Saw seperti itu … masih maukah anda seumur hidup jadi penjahat besar bagi Ummat Islam ?
Haram Itu Dosa dan Bid’ah itu Tidak Selalu Haram Berdasar pada hadits Shahih di atas sangat jelas, bahwa mempermasalahkan amalan muslimin yang tidak haram dikatakan haram itu adalah kejahatan terbesar. Itu Nabi Saw yang mengatakannya. Tahlilan, Maulid, Dzikir Berjama’ah, Yasinan, sesungguhnya adalah amal-amal shalih kaum muslimin, tetapi karena dipermasalahkan membuatnya menjadi haram (dosa bagi pengamalnya).
Kaitannya dengan itu, dalam melancarkan missi dakwahnya Kaum Wahabi sangat Indonesia gemar mempermasalahkan Tahlilan yang tidak haram dikatakan haram (pengertian bid’ah menurut Wahabi adalah: berdosa jika melakukan hal bid’ah. Ini artinya tidak lain adalah haram). Maulid Nabi tidak haram dikatakan haram, Tawassul dengan Nabi Saw tidak haram dikatakan haram bahkan pelaku Tawassul dikatakan Musyrik oleh kaum Wahabi. Kenapa Kaum Wahabi hobby berbuat demikian, tidakkah mereka telah melakukan kejahatan terbesar kepada Ummat Islam menurut pandangan Nabi saw?
Bagi yang merasa pengikut Wahabi mari kita simak kembali dan renungkan sedalam-dalamnya hadits yang mulia ini agar sembuh dari Maksiat Kejahatan Terbesar Bagi Kaum Muslimin:
قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ (صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Sebesar-besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)
Dari penjelasan analisa singkat di atas dapat kita katakan bahwa setiap yang haram itu dosa akan tetapi bid’ah itu tidak selalu haram. Semoga kita selamat dari pengaruh fitnah Islam, dan yang selama ini sudah terlanjur jadi Tukang Fitnah Islam semoga sadar dan tidak enggan bertaubat. Wallohu a’lam…. Habib Munzir: Memebesarkan Syi’ar-syi’ar Allah Adalah Bentuk Ketaqwaan Hati
Habib Munzir dalam salah satu majelisnya menjelaskan tentang hadits shahih ini sebagai berikut:
إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ Berikut adalah penjelasan Habib Munzir: Seorang muslim yang paling jahat kepada muslim lainnya orang muslim yang paling jahat paling besar dosanya paling besar kejahatannya adalah orang yang mempermasalahkan hal yang tidak diharamkan jadi haram gara – gara ia permasalahkan.

Banyak sekarang yang muncul seperti ini, yang mengharamkan maulid, yang mengharamkan nisfu sya’ban, yang mengharamkan isra mi’raj. Hal ini tidak diharamkan tapi karena dipermasalahkan hingga menjadi haram, padahal semuanya adalah syi’ar :
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ “barangsiapa yang membesarkan syiar-syiar Allah, sungguh itu bentuk ketaqwaan hati.” (QS Alhajj 32)
Disinilah kita memahami bahwa keagungan-keagungan syiar di masa ghaflahnya umat sangat dibutuhkan, kalau zaman dulu sudah kuat imannya muslimin-muslimat itu, tapi zaman sekarang di mana ditemukan menyerukan Nama Allah, di mana kumpulan-kumpulan dzikir, lihat kumpulan- kumpulan dosa, perbuatan-perbuatan dosa, lihat luluh lantah dan hancurnya umat Muhammad Saw paling besar.
Umat Muhammad Saw sekarang ini betul-betul menyayat hati Sang Nabi keadaannya, siapa yang berdzikir? Siapa yang mengingat Allah? Siapa lagi yang mau peduli di malam nisfu sya’ban, Sang Nabi bermunajat. Siapa lagi yang mau baca surat yasin, qalbul qur’an jantungnya alqur’an, siapa yang mau menghidupkan sunnah-sunnahnya Rasul makin hari makin tidak dikenal. Justru perkumpulan seperti inilah yang mesti dimakmurkan, mereka yang tidak suka semoga diberi hidayah, amin.

No comments: