Inilah Jalan Sufi Headline Animator

Whatsap Saya

Pencerahan Bid'ah

Friday, May 13, 2016

KISAH SYAIKH ABDUL QADIR AL JILANI DAN IBLIS

| KISAH SYAIKH ABDUL QADIR AL JILANI
  DAN IBLIS

Telah diceritakan di dalam sebuah riwayat:

PADA suatu hari, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani berjalan-jalan dengan muridnya di padang pasir. Waktu itu hari sangat panas, dan mereka sedang berpuasa. Mereka pun merasa letih dan dahaga.

Tiba-tiba, sekumpulan awan muncul, yang melindungi mereka dari panas terik matahari. Setelah itu, sebatang pohon kurma dan sebuah kolam air muncul di hadapan mereka. Mereka terpesona. Kemudian satu cahaya besar yang berkilauan, muncul dari celah awan di hadapan mereka dan terdengarlah satu suara dari dalamnya yang berkata:

“Wahai Abdul Qadir, akulah Tuhanmu. Makan dan minumlah, kerana pada hari ini, telah aku halalkan untuk engkau apa yang telah aku haramkan untuk orang-orang lain.”

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani pun melihat ke arah cahaya itu dan berkata:

“Aku berlindung dengan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

Tiba-tiba, cahaya, pohon kurma dan kolam itu semuanya hilang dari pandangan mata. Maka kelihatanlah iblis di hadapan mereka dengan bentuk rupanya yang asli.

Iblis bertanya:

“Bagaimanakah engkau dapat mengetahui itu sebenarnya adalah aku?”

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menjawab:

“Syari'at itu sudah sempurna, dan tidak akan berubah sampai Hari Kiamat. Allah tidak akan mengubah yang haram kepada yang halal, walaupun untuk orang-orang yang menjadi pilihan-Nya (Wali-Nya).”

Maka iblis pun berkata lagi untuk menguji Syaikh Abdul Qadir al-Jilani:

“Aku mampu menipu 70 kaum dari golongan Salikin (yakni orang-orang yang menempuh Jalan Kerohanian) dengan cara ini. Ilmu yang engkau miliki lebih luas daripada ilmu mereka. Apakah hanya ini jumlah pengikutmu? Sudah sepatutnya semua penduduk bumi ini menjadi pengikutmu, kerana ilmumu menyamai ilmu Para Nabi.”

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menjawab:

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui, daripada engkau. Bukanlah kerana ilmuku aku selamat, tetapi kerana RAHMAT DARI ALLAH, PENGATUR SEKALIAN ALAM.”

No comments: